13 Cara Budidaya Kelor dari Biji

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Bukan rahasia lagi bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan. Bahkan daun ajaib ini juga dapat mencegah penyakit mematikan seperti penyakit jantung, diabetes dan kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Khasiat tersebut diperoleh dari berbagai kandungan dalam daun kelor, yaitu histidin, argin, isoleusin, metioinin, lisin, treonin, thryptopan dan banyak lagi. Jadi Anda tidak perlu meragukan khasiat kesehatan daun kelor untuk kesehatan Anda.

Budidaya-Kelor
Budidaya Kelor

Karena manfaatnya, sekarang daun kelor dijual dari bibit biji atau tanaman kecil yang dijuakl di pasar. Bahkan, beberapa orang mulai membudidayakannya di rumah dan mendapatkan keuntungan yang banyak.

Cara Budidaya Kelor

Persiapan Bibit

Tanaman kelor terdiri dari varietas yang berbeda seperti Moringa Stenopetala dan Moringa Oleifera. Bibit Moringan oleifera berwarna coklat dan bersayap. Sementara Moringa Stenopetala berwarna kekuningan. Sepintas mereka terlihat mirip. Karakter Moringa Oleifera cenderung tumbuh dan berkembang lebih cepat. Sementara Moringa Stenopetala lebih lambat, tetapi menghasilkan daun yang lebih lebar untuk bahan pangan.

Persiapan Bibit Kelor dari Biji

Pilih biji kelor dengan kualitas baik. Buka kulit polong, ambil biji kelor dan keringkan di bawah sinar matahari selama sekitar satu hari. kemudian angkat dan letakkan di area yang teduh.

Sediakan tempat persemaian, polybag atau dapat dilakukan penyemaian ditanah dengan membuat bedengan. Media semai diisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang. Benih dicelupkan ke dalam air hangat sebelum ditanam. Pilih benih yang tenggelam dan singkirkan benih yang mengambang.

Setelah memilih benih, semaikan benih dalam media semai di tempat teduh. Siram secara teratur untuk menjaga kelembapan dari media semai sampai tidak lagi basah. Kecambah mulai muncul ketika mereka berusia 7-12 hari. Setelah tumbuh sekitar 15 cm kemudian pindahkan dalam polybag yang lebih besar sampai benih siap untuk penanaman permanen.

Persiapan Bibit Kelor dari Stek

Teknik stek dapat dilakukan dengan memotong batang dari tangkai kelor dengan pisau tajam sepanjang 30-50 cm. Batang yang dipilih sebagai bibit bukan batang tua atau muda dengan diameter sekitar 3 sampai 5 cm.

Pemotongan dilakukan rata, sehingga area akar menjadi lebih besar dan lebih banyak. Masukkan stek batang untuk digunakan sebagai benih ke dalam polybag dan letakkan di tempat teduh dengan dilakukan penyiraman pada bibit kelor.

Persiapan Lahan

Pemilihan Lokasi Lahan

Kriteria tanah yang baik harus memenuhi persyaratan diantaranya:

  1. Terpapar sinar matahari langsung selama setidaknya 6 jam setiap hari.
  2. Dekat dengan sumber air.
  3. Mengandung nutrisi yang cukup

Perbersihan Hama

Agar pohon kelor tumbuh dengan baik dan juga menghasilkan lahan berkualitas. Menghilangkan hama yang tumbuh dari tanah ini adalah langkah yang baik. Jika ternyata hanya sedikit gulma yang tumbuh, Anda hanya perlu mencabutnya dan membuangnya. Tetapi ketika gulma (tanaman liar) telah tumbuh dalam jumlah besar. Kemudian Anda dapat menggunakan Hebrisida untuk membunuh hama gulma lebih cepat.

Pembuatan Lubang Tanam

Tips cara menanam pohon kelor selanjutnya adalah membuat lubang tanam. Anda bisa menggunakan cangkul untuk membuat lubang tanam. Buat lubang dengan diameter sekitar 50-70 cm. Untuk kedalaman lubang tanaman ini buat sekitar 50 cm.

Pemupukan

Anda bisa menggunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar. Yaitu dengan pupuk kandang atau kompos. Untuk mengelola pupuk ini, tempatkan cukup pupuk organik di dalam lubang dan tutupi dengan tanah 3/4. Setelah itu kita bisa meninggalkan lubang setidaknya 2 minggu agar kondisi pupuk di tanah dapat terurai terlebih dahulu.

Proses Penanaman

Setelah didiamkan dalam waktu yang lama. Kemudian pupuk yang telah ditimbun di lubang di tanah sudah benar-benar terurai. Tanah akan menjadihumus yang menyediakan retraksi nutrisi yang baik sehingga dapat diserap oleh akar tanaman kelor. Bibit kelor dalam polybag baru saja dipindahkan ke tanah humus. Berikut adalah hal-hal penting yang perlu diingat ketika menanam kelor di media lahan:

  1. Bersihkan lubang hama dengan insektisida tabur, bakterisida dan fungisida.
  2. Sebaiknya lakukan penanaman pada waktu sore hari untuk mencegah benih layu pada siang hari.
  3. Plastik polybag dilebas agar tidak ikut tertanam.
  4. Setelah benih ditanam penyiraman harus dilakukan sesegera mungkin.

Tahap Perawatan

Siramlah tanaman kelor. Waktu penyiraman tidak harus dilakukan setiap hari. Siram 5 hingga 7 hari untuk menentukan ketinggian air di tanah. Untuk waktu yang lama hindari tanah di sekitar akar pohon becek dan genangan air, karena ini dapat menyebabkan busuk akar. Jadi cobalah untuk menjaga tanah tetap lembab. Meskipun pohon kelor tetap hidup tanpa disirami tanaman akan sehat dengan menjaga persediaan air.

Perawatan Kelor

Untuk perawatan selanjutnya lakukan pemupukan susulan. Pemupukan dilakukan sebulan sekali untuk menjaga pasokan nutrisi ke tanah. Anda dapat menggunakan pupuk kandang untuk dipenghematan. Cara penggunaannya dengan menguburnya disekitar akar pada jarak sekitar 50-80 cm dari akar pohon kelor.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Cara selanjutnya menanam pohon kelor adalah pengendalian hama dan penyakit. Meskipun pohon kelor tahan terhadap serangan hama dimana pohon tersebut tidak mudah mati. Tetapi karena serangan hama ini, produktivitas tanaman dapat berkurang.

Pada hama serangga seperti ulat, belalang dan rayap kita dapat menggunakan insektisida untuk melawannya. Insektisida ini dapat ditemukan di toko-toko pertanian di dekat Anda.

Hama jamur sulit ditangani saat menyerang akarnya. Karena itu, langkah pemberian fungisida ke lubang di tanah itu sangat penting. Agar tanaman tidak layu dan bahkan mati. Hama bakteri ini jarang menyerang tanaman kelor. Namun efeknya mengarah lebih cepat ke kematian pohon kelor. Tanda-tanda serangan hama bakteri ini dapat dilihat pada daun, ranting dan bahkan batang yang perlahan layu. Untuk menghadapi ini bakterisida harus masuk ke akar pohon kelor.

Proses Pemanenan

Tanaman kelor dapat dipanen setelah berumur 6 sampai 12 bulan setelah tanam. panen dilakukan dengan cara memetik tangkai pada cabangnya, bagian lain yang dapat dimanfaatkan dari kelor adalah bunga dan polongnya.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya kelor semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: