10 Cara Budidaya Kopi Ateng dan Cara Perawatannya

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Kopi Ateng adalah salah satu kopi yang sering dipilih untuk ditanam. Jenis kopi ini memiliki pohon pendek, tetapi dapat berbuah cepat dan dalam jumlah banyak. Karena alasan ini kopi Ateng dibudidayakan dalam skala besar di berbagai daerah.

Waktu produktif Kopi Ateng cukup lama yaitu 10 tahun. Selama kurun waktu tersebut, kopi jenis ini dapat menghasilkan buah berkualitas. Kopi Ateng biasanya dipanen 2 minggu setelah berbuah. Karena itu, petani bisa panen dua kali sebulan.

Budidaya-Kopi-Ateng
Budidaya Kopi Ateng

Cara Budidaya Kopi Ateng

Persiapan Lahan Tanam

Lahan yang akan digunakan untuk budidaya kopi disarankan memiliki luas minimal sekitar 0,5 hektar. Pastikan juga bahwa perbandingan antara pohon pelindung di lapangan dan pohon kopi yang ditanam hanya sekitar 1. 4 atau 1: 8 dengan setiap pohon bayangan yang berlaku untuk 4 pohon kopi jika lebih banyak pohon bayangan ditebang. Untuk menanam kopi ateng Anda perlu menyiapkan sekitar 50 kg pupuk dan juga sebarkan natuiral glio. Kemudian diamkan selama sekitar satu minggu.

Pengolahan Lahan Tanam

Sebelum menanam, buat lubang tanam dengan ukuran kira-kira. 60 cm2 atau 75 cm2 dengan jarak sekitar. 2,5 – 2,75 cm2. Lubang tanam ini harus disiapkan sekitar 2 bulan selama penanaman atau mempersiapkan lubang tanam saat bibit berumur sekitar 5 bulan, sehingga lubang tanam sudah bisa ditanami dengan bibit saat tanaman berumur 7 bulan.

Pemilihan Bibit Kopi Ateng

Bibit kopi Ateng dapat diperoleh dengan dua cara, dengan bibit generatif atau dengan biji dan dengan bibit vegetatif atau stek atau sambungan. Saat menggunakan metode ini, pastikan Anda mengambilnya dari tanaman berkualitas baik. Bibit yang anda peroleh pastikan disimpan dengan cukup baik sebelum pembibitan, bibit tersebut disimpan dalam peti yang dilapisi kain yang diberi minyak dengan perbandinag 1cc setiap 100 cm2. Selanjutnya, bijinya dicampur dengan arang dengan perbandingan sekitar 3: 1.

Penyemaian Benih

Buat guludan atau bedengan untuk penyemaian kopi dengan ketebalan sekitar 4-6 cm. Bibit yang disemai secara teratur disiram dengan jumlah yang sesuai. Biasanya benih mulai berkecambah setelah sekitar satu bulan penyemaian.

Setelah benih tumbuh kemudian pindahkan benih yang tumbuh baik ke dalam kantung penanaman. Lakukan pemupukan dengan pupuk NPK. Juga berikan dengan perbandingan 1 sendok makan dan 10 liter air
Ketika tanaman mencapai usia 4 bulan, berikan sekitar 250 ml untuk setiap pohon.

Kemudian semprotkan 2 kapsul POC NASA setiap bulan sampai tanaman berumur 7-9 bulan. Setelah selesai, tanam bibit di lubang tanam yang disiapkan sebelumnya.

proses penanaman

Saat menanam kopi, lebih baik menggunakan metode penanaman khusus agar pohon kopi bisa tumbuh dengan baik nanti. Penanaman harus dilakukan saat musim hujan.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyulaman

Penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman kopi yang mati, rusak atau terhambat dengan tanaman baru yang sehat. Dengan cara ini, produktivitas budidaya dapat dijaga.

Pemangkasan

Untuk menjaga produktivitas, tanaman kopi harus dipangkas secara rutin setiap kali panen. Pemangkasan juga bertujuan untuk mengatur bentuk pertumbuhan pohon kopi, mengurangi cabang tunas air, dan mengurangi penguapan.

Selain itu, proses pemangkasan juga dapat memicu pertumbuhan bunga dan memperbaiki bagian tanaman yang rusak. Kadang-kadang, pemotongan tambahan harus dilakukan di awal dan di akhir musim hujan setelah proses pemupukan berkala.

Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk menyuburkan tanah dan memberi nutrisi tambahan bagi tanaman. Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dan pupuk kompos dengan dosis yang disesuaikan kebutuhan.

Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan jika buah kopi sudah setengah matang atau sudah matang dan biasanya berwarna merah.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya kopi ateng semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: