11 Cara Budidaya Pinang Agar Cepat Berbuah

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Buah Pinang atau bahasa Latin Areca Cathecu adalah salah satu komuditas ekspor Indonesia. Permintaan akan buah pinang ini cukup tinggi. Pinang umumnya tumbuh banyak di pekarangan rumah atau kebun dan tidak banyak petani yang menanam pinang secara serius dan intensif.

Biji pinang cocok untuk bahan makanan, bahan baku industri seperti pewarna kain dan obat-obatan. Biji pinang sebagai komponen jamu telah dimasukkan dalam daftar prioritas WHO (World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia). Biji pinang ini telah digunakan selama ribuan tahun SM. Digunakan sebagai obat, terutama di Mesir dan India.

Budidaya-Pinang
Budidaya Pinang

Sejauh ini, banyak negara telah menggunakan biji pinang termasuk sebagai; Anthelmintik, eksim, sakit gigi, flu, luka, kudis, difteri, kram menstruasi, mimisan, sakit mulut, diare, koreng dan borok.

Cara Budidaya Pinang

Syarat Tumbuh

Pinang tumbuh dengan baik ketika ditanam di lokasi yang memenuhi kondisi pertumbuhan. Jika tempat tersebut cocok, itu akan memiliki efek yang baik untuk mencapai pertumbuhan dan produksi buah yang optimal.

Beberapa persyaratan untuk dipertimbangkan ketika menanam pinang adalah:

  1. Pinang dapat menghasilkan secara optimal pada ketinggian 0-1.000 m di atas permukaan laut (meter di atas permukaan laut). Tanaman pinang yang ideal ditanam pada ketinggian kurang dari 600 m di atas permukaan laut.
  2. Tanah yang baik untuk budidaya pinang adalah tanah beraerasi yang baik, solum tanah dalam tanpa lapisan cadas, jenis tanah laterik, tanah lempung merah dan tanah aluvial.
  3. Keasaman tanah baik untuk pertumbuhan tanaman pinang pada pH 4 hingga 8.
  4. Curah hujan yang diinginkan Tanaman pinang antara 750-4.500 mm / tahun didistribusikan secara merata sepanjang tahun atau hari hujan sekitar 100-150 hari.
  5. Tanaman pinang sangat cocok di daerah dengan iklim sedang dan agak basah dengan bulan basah 3-6 bulan / tahun dan bulan kering 4-8 bulan / tahun.
  6. Tanaman pinang dapat tumbuh dengan baik pada suhu optimal antara 20 ° C dan 32 ° C. Tanaman pinang membutuhkan daerah dengan kelembaban antara 50% dan 90%.
  7. Pohon pinang membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup. Penyinaran yang cocok untuk tanaman pinang berkisar antara 6-8 jam / hari.

Bibit Pinang

Benih berkualitas berasal dari benih terpilih dari pohon induk terpilih. Pohon induk dapat dipilih pada masing-masing pohon dengan memilih sebagai berikut:

  1. Pohon utama tumbuh tegar, batangnya lurus, mahkota pohon berbentuk setengah bulat dan pertumbuhan daun merata.
  2. Pohon itu bebas dari hama dan penyakit
  3. Usia pohon lebih dari 10 tahun dan tetap stabil dalam produksi yang sesuai dengan sekitar 4-5 tahun.
  4. Lingkar batang lebih dari 45 cm (diukur pada ketinggian 1 m dari permukaan tanah).
  5. Daun yang memiliki lebih dari 8 helai terbuka penuh.
  6. Jumlah tandan lebih dari 4 buah.
  7. Jumlah buah per tandan lebih dari 50 butir.

Pembibitan Pinang

Setelah menemukan lahan yang sesuai dengan kondisi optimal untuk menanam pinang tahap selanjutnya adalah pembibitan. Ada beberapa fase proses pembibitan pinang yang dikerjakan sebagai berikut:

  1. Siapkan polybag 20/10 x 20cm
  2. Buat lubang di bagian bawah polybag
  3. Campurkan tanah yang akan diisi dengan polybag dengan kompos atau pupuk kandang
  4. Isi 2/3 polybag dengan kompos atau tanah
  5. Tanam biji / buah pinnag pilihan di dalam polybag yang berbaring (seperti menanam kelapa)
  6. Tunggu sampai Anda berusia 5 bulan

Proses Penanaman

Ketika bibit sudah tumbuh sehat, saatnya untuk beralih dari polibag ke lahan yang digunakan sebagai tanaman pinang. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika menanam adalah:

  1. Jarak minimum 2,75 mx 3 m
  2. Agar lahan tanam terlihat rapi dan optimal, bambu ajir harus diberikan di sekitar tanaman
  3. 1200 batang pinang dapat diletakkan di atas lahan seluas satu hektar
  4. Jarak antar tanaman sangat memengaruhi proses masuknya sinar matahari ke tanaman
  5. Proses radiasi matahari memiliki dampak besar pada tanaman Pinang, antara lain
  6. Ruas Batang yang lebih pendek
  7. Tanaman tidak tumbuh besar dengan cepat
  8. Akar dan batang yang lebih kuat
  9. Tingkat pertumbuhan bunga menjadi lebih tinggi untuk buah
  10. Lubang tanam pinang memiliki ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm
  11. Lubang tanam harus dilepas 1 bulan sebelum tanam di ladang, karena lubang tanam harus terkena sinar matahari selama 1 bulan
  12. Setiap lubang berisi hingga 1 kg pupuk kandang atau kompos per lubang tanaman

Salah satu keunggulan perkebunan pinang adalah sistem tumpangsari. Ini sangat membantu petani, karena tanaman pinang dapat memanen secara optimal sejak umur 5 tahun. Tanaman yang biasanya ditanam adalah tanaman palawija (kacang-kacangan, jagung).

Pemeliharaan dan Perawatan

Untuk memperoleh hasil yang maksimal maka yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

Penyulaman

Penyulaman terjadi pada tanaman pinang yang mati atau tanaman tidak sehat dengan 5% dari total populasi per hektar disediakan.

Pemupukan

Pemupukan tanaman pinang dilakukan dua kali setahun, di awal musim hujan dan di akhir musim hujan. Dosis pupuk untuk tanaman dari 4 tahun (tanaman mulai berbunga) adalah: 100 g N; 40 g P 2 O 5; dan 140 g K2O (setara dengan 220 g urea, 80 g TSP, dan 240 KCL) dan 12 kg kompos atau pupuk kandang per pohon per tahun. Untuk tanaman muda berumur 1 tahun (tanaman baru yang dibawa ke ladang) hingga 3 tahun, dosis pupuk adalah 25%, 50% dan 75% dari dosis awal tanaman berbunga.

Penyiangan

Pengendalian gulma dilakukan sedemikian rupa sehingga tanaman tidak terganggu oleh gulma. Upaya harus dilakukan untuk memotong batang (daerah piringan) dengan diameter 0,5 hingga 2,0 m, tanpa rumput / gulma, yang tumbuh di atas pohon pinang. Pengendalian gulma terjadi setiap dua bulan.

Pengairan

Tanaman pinang sangat sensitif terhadap kekeringan. Karena itu penting untuk dilakukan penyiraman di daerah dengan musim kemarau panjang. Tergantung pada jenis tanah dan iklim tanaman harus disiram setiap 4-7 hari sekali.

Pengendalian Organisme Pengganggu

Seperti tanaman perkebunan lainnya, pinang tidak dapat dilindungi dari berbagai hama dan penyakit yang memengaruhi tanaman. Beberapa hama dan penyakit penting pada tanaman pinang mulai dari pembibitan sampai di gudang penyimpanan yang perlu diketahui.

Proses Panen

Panen berlangsung dalam dua cara:

Panen buah matang penuh atau buah akan mulai berubah menjadi kuning kemerahan. Di lahan seluas 1 hektar, dapat menghasilkan 1 ton pinang segar per bulan atau setara dengan 650 kg biji pinang kering.

Memanen buah muda, untuk tanaman muda pinang ada 2 turunan yang laris manis di pasaran, yaitu biji pinang muda yang tidak mengeras (masih berair atau sebagai Dogan). Dua buah pinang yang telah membentuk biji, biasanya jenis pinang muda ini dimasak sehingga bijinya lebih sulit daripada dikeringkan di bawah sinar matahari.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya pinang semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: