16 Cara Budidaya Temulawak Agar Panen Melimpah

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Tanaman temulawak adalah jenis tanaman obat yang biasanya digunakan sebagai obat herbal dan alternatif untuk berbagai penyakit yang mempengaruhi kesehatan tubuh. Temulawak ini tumbuh dalam rumpun dan juga memiliki batang semu dan tanaman ini juga ditemukan pada tunas yang tumbuh di tanah. Temulawak diyakini berasal dari Asia Tenggara, khususnya Malaysia, yang umum di berbagai daerah termasuk Indonesia.

Meskipun menanam tanaman temulawak ini tergolong sangat sederhana dan mudah, perlu dicatat bahwa media tanam dan kondisinya harus diperhitungkan ketika penanaman sebelum penanaman dapat dimulai. Hal ini karena sangat mempengaruhi tanaman temulawak dan hasil yang akan memberikan. Berikut cara budidaya dengan mudah dan sederhana.

Budidaya-Temulawak
Budidaya Temulawak

Cara Budidaya Temulawak

Syarat Tumbuh

Temulawak dapat tumbuh di daerah mulai dari 5 meter di atas permukaan laut hingga 1000 meter di atas permukaan laut. Temulawak dapat tumbuh pada lahan yang teduh, tetapi tanaman ini juga dapat tumbuh di tanah yang lembab karena tanaman ini sangat mudah beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berbeda di daerah beriklim tropis.

Suhu yang baik untuk pertumbuhan temulawak adalah antara 19 ° C dan 30 ° C ° C, curah hujan yang baik untuk penanaman Temulawak adalah 1000 mm / tahun hingga 4000 mm / tahun, dan Temulawak dapat tumbuh pada semua jenis tanah,= tetapi lebih baik untuk tumbuh di tipe tanah yang gembur, subur dan berdrainase baik.

Persiapan Bibit

Pembibitan

Rimpang utama atau tunas yang dihasilkan biasanya digunakan dalam pembibitan atau perbanyakan tanaman temulawak ini. Kebutuhan tanaman ini tergantung pada lahan tanam temulawak.

Persyaratan Bibit

Persyaratan ini juga memiliki dampak besar pada hasil produksi. Oleh karena itu sangat disarankan untuk menggunakan benih berkualitas sebagai berikut:

  1. Rimpang anakan dan indukan berasal dari tanaman berkualitas tinggi
  2. Rimpang anakan dan indukan berumur lebih dari 10 bulan
  3. Memiliki sekitar 2-3 mata tunas
  4. Tidak terserang hama dan penyakit
  5. Tidak abnormal (rusak)
  6. Tumbuh dengan baik dan optimal

Pengolahan Media Tanam

Pengolahan media tanam sebenarnya sangat mudah yaitu sebagai berikut:

  1. Persiapan media lahan untuk penanaman, Melakukan sanitasi dan juga penggemburan
  2. Membersihkan lahan secara menyeluruh dari gulma atau tanaman liar
  3. Buatlah bedengan dengan lebar 100-200 cm, tinggi 30 cm dan jarak 30-40 cm
  4. Membuat aliran drainase dengan baik dan mencegah penumpukan air yang berlebihan di dalam
  5. Penggemburan tanah harus memberi keseimbangan antara pupuk organik dan kapur untuk mempercepat proses kesuburan dan pemudaran tanah. Selain itu, pengapuran bertujuan untuk menetralkan pH tanah ke nilai normal.

Penanaman Temulawak

  1. Penanaman harus dilakukan pada jam 8:00 pagi di awal musim hujan.
  2. Buatlah lubang tanam dengan kedalaman 30-60 cm, ukuran lubang tanam 30 x 30 cm dan jarak tanam 60 x 60 cm.
  3. Penanaman dilakukan dengan memasukkan rimpang ke dalam lubang tanam dan kemudian menimbun tanah sampai rimpang ditutup.
  4. Kemudian lakukan penyiraman pertama sampai tanahnya lembab.

Pemeliharaan dan Perawatan

Pemeliharaan temulawak pasca-tanam meliputi penyulaman, penyiangan, pemupukan, pemulsaan, penyiraman dan pengairan, pemupukan dan penyemprotan pestisida.

Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati atau tidak tumbuh dengan normal dan menggantinya dengan tanaman baru. Penyulaman dapat dilakukan paling lambat 2 mingu setelah tanam.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan 2 bulan dan 4 bulan setelah masa tanam, kemudian Penyiangan dilakukan sesuai dengan frekuensi pertumbuhan gulma. Penyiangan bertujuan agar tanaman temulawak terbebas dari tanaman gulma.

Pembubunan

Lakukan pembumbunan bersamaan dengan dilakukan penyiangan, pembumbunan ini bertujuan menimbun kembali perakaran yang tanahnya biasanya terbawa iar hujan atau penyiraman.

Pemulsaan

Pemulsaan juga perlu dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah dan mengurangi volume pertumbuhan gulma. Pemulsaan dapat menggunakan jerami yang tersebar di permukaan bedengan.

Pengairan dan Penyiraman

Pengairan secara rutin dilakukan pada pagi atau sore hari pada periode awal penanaman, pengairan berikutnya berlangsung sesuai dengan kondisi iklim dan tanah. Di musim kemarau, penyiraman dilakukan untuk mempertahankan pertumbuhan dan tanahnya tidak kering.

Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dapat dilakukan dengan pupuk organik atau dengan pupuk anorganik dalam dosis yang ditentukan. Pemupukan bertujuan untuk memberi nutrisi pada tanah.

Penyemprotan Pestisida

Jika hama dan penyakit mulai menyerang lakukan segera penyemprotan pestisida.

Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman temulawak adalah Chrysodeixis chalcites Esp atau ulat, Mimegrala coerulenfrons Macquart atau lalat rimpang dan Agrotis ypsilon Hufn atau ulat tanah. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan insektisida.

Penyakit yang paling umum yang mempengaruhi tanaman Temulawak adalah jamur Fusarium (disebabkan oleh F. oxysporum Bad, Phytium sp. Dan Bakteri Pseudomonas sp.) Dan penyakit layu (yang disebabkan oleh Bakteri Pseudomonas sp.).

Panen

Panen dapat dilakukan setelah tanaman temulawak berumur sekitar 9 bulan atau 10 bulan setelah tanam. Ciri temulawak yang siap panen adalah daun menguning dan kering dan rimpang berwarna kuning-coklat besar. Diperkirakan 10 hingga 20 ton persimpangan dapat diproduksi di sekitar 1 hektar lahan.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya temulawak semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya