21 Cara Budidaya Melati (Lengkap Sampai Penen)

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Melati adalah salah satu bunga yang paling umum ditanam di pekarangan rumah. Tanaman ini memiliki bunga kecil dengan mahkota 6 hingga 8 helai. Warna melati yang paling umum adalah putih. Meskipun bunga ini sebenarnya memiliki beberapa warna lain.

Budidaya-Melati
Budidaya Melati

Menanam bunga melati sangat mudah, cara perawatannya juga sangat mudah. Selain itu tanaman yang satu ini tidak memerlukan media tanam khusus dan rumit, hanya tanah gembur yang mengandung unsur organik dengan pH antara 6 dan 7. Hanya saja jika perawatan melati kurang baik maka akan menghasilkan bunga yang kurang baik pula

Bunga melati biasanya menyukai tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Karena itu, sangat cocok ditanam di kebun. Jika Anda ingin menanam bunga melati ini, berikut adalah panduan lengkapnya.

Cara Budidaya Melati

Syarat Tumbuh

  1. Curah hujan normal
  2. Temperatur sekitar 28-36 derajat
  3. Kelembaban hingga 50 – 80%
  4. Sinar matahari cukup.
  5. Memiliki kandungan tanah organik (subur dan gembur)
  6. Ketinggian dataran tinggi adalah 10-1.600 m di atas permukaan laut dan rendah 600 m di atas permukaan laut.
  7. Dan memiliki tingkat keasaman pH 5-7.

Pembibitan

Teknik Penyemaian Benih

Masukkan setiap stek 10-15 cm / sepertiga dari panjang stek ke dalam media persemaian. Tutupi permukaan wadah persemaian dengan bungkus plastik bening (transparan) untuk menjaga kelembapan udara.

Penyiapan Tempat Semai

Siapkan wadah semai dalam bentuk pot besar / polybag, media semai berupa(campuran tanah, pasir steril / bersih).
Periksa bagian bawah wadah semai dan sediakan lubang kecil untuk drainase yang berlebihan.
Isi media semai ke dalam wadah sampai cukup penuh / setebal 20-30 cm. Bilas media pembibitan dengan air jernih sampai basah.

Pemeliharaan bibit Stek

  • Penyiraman 1-2 kali kontinu 1-2 kali sehari.
  • Bibit stek harus dijemur di bawah sinar matahari pagi.
  • Stek berakar (umur 1 hingga 23 bulan), tempatkan dalam polybag yang berisi campuran media tumbuh, tanah, pasir dan pupuk organik (1: 1: 1).
  • Pemeliharaan bibit melati secara intensif (penyiraman, pemupukan, dan penyemprotan pestisida dosis rendah) sampai benih berumur 3 bulan.

Pengolahan Media Tanam

Pembukaan Lahan

Bersihkan lokasi lahan tanam melati dari gulma dan pohon / batu yang tidak dapat digunakan memudahkan pengolahan tanah.
Kerjakan tanah dengan mencangkul / membajak sedalam 30-40 cm sampai tanah menjadi gembur dan biarkan lahan mengering selama 15 hari.

Pembuatan Bedengan

Buatlah bedengan dengan lebar 100 hingga 120 cm, tinggi 30 hingga 40 cm, dengan jarak antara bedengan antara 40 dan 60 cm dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pengapuran

Tanah dengan pH asam dapat diperbaiki dengan pengapuran, misalnya dengan kapur Kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3) 2}, kapur bakar (kapur api, CaO) / kapur hidrat (kapur terhidrasi, {Ca (OH OH) 2) Fungsi pengapuran tanah asam adalah untuk menyesuaikan pH Meningkatkan nilai tanah dan tambahkan elemen Ca dan Mg.

Pemupukan

Berikan pupuk pada permukaan tanah dan aduk rata dengan lapisan tanah teratas. Di setiap lubang tanam 1-3 kg dimasukan pupuk kandang. Dosis pupuk antara 10 dan 30 ton / hektar. Lubang tanam memiliki ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antara lubang 100 hingga 150 cm. Persiapan tanah harus dilakukan pada musim kemarau / 1-2 bulan sebelum musim hujan.

Proses Penanaman

Penentuan Pola Tanam

Satu bulan sebelum tanam, bibit melati pertama kali diadaptasi di sekitar kebun. Lahan kebun yang siap ditanami menerima pupuk dasar yang terdiri dari 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Jika setiap hektar lahan berisi sekitar 60.000 lubang tanam (jarak 1,0 mx 1,5 m), ada kebutuhan pupuk dasar yang terdiri dari 180 kg TSP dan 120 kg KCI. “Peningkat dan penstabil tanah” dapat ditambahkan bersama dengan pupuk dasar, misalnya Agrovit, Stratos / asam humat Gro-Mate.

Pembuatan Lubang Tanam

Bibit melati dalam polybag disirami media pertumbuhan dan akarnya. Setiap lubang tanaman ditanam dengan satu bibit melati. Tanah di dekat pangkal bibit melati dipadatkan secara perlahan, sehingga akarnya bersentuhan langsung dengan air tanah.

Cara Penanaman

Jarak tanam dapat bervariasi tergantung pada bentuk budidaya, kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam. Jarak antar perkebunan biasanya 1 x 1,5 m, sedangkan variasi lainnya adalah 40 x 40 cm, 40 x 25 cm dan 10 mm 100 x 40 cm.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiraman

Pada fase awal pertumbuhan, tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang cukup. Penyiraman harus dilakukan setiap hari sampai tanaman berumur sekitar 1 bulan. penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Metode pengairan adalah menyirami setiap tanaman sampai tanah di sekitar akar cukup lembab.

Pemupukan

Pemupukan tanaman melati dilakukan setiap tiga bulan. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri dari urea 300-700 kg, STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg / ha / tahun. Pemupukan dapat dilakukan dengan mendistribusikan secara merata pada parit antara baris tanaman / tinggi hingga 10-15 cm dan kemudian ditutup dengan tanah. Disarankan bahwa setiap tanaman diterapkan dengan 10kg FYM dan 60g nitrogen, serta fosfor dan kalium, dan dalam dua peningkatan 120g. yaitu, sekali setelah pemangkasan tahunan dan lagi pada bulan Juni-Juli.

Penyiangan

Penyiangan dan memperkuat saluran irigasi dan tanggul adalah perawatan yang dilakukan pada budaya melati. Penyiangan gulma pertama harus dihilangkan 20-25 hari setelah tanam, dan penyiangan gulma berikutnya harus dihilangkan setiap 2-3 bulan.

Penyulaman

Penyulaman adalah mengganti tanaman mati atau tumbuh tidak normal dengan benih baru. Teknik penyulaman pada dasarnya adalahsama dengan penanaman, kecuali bahwa ini terjadi di lokasi / lubang tanam di mana benih harus diganti. Periode penerapan penyulaman tidak boleh melebihi satu bulan setelah penanaman. Penyulaman sedini mungkin bertujuan untuk tidak menyulitkan pemeliharaan pertumbuhan yang merata pada panen dan penanaman berikutnya. Penyulaman harus dilakukan pada pagi / sore hari, ketika matahari tidak terlalu panas dan suhunya tidak terlalu panas.

Pemangkasan

Pemangkasan ini pada dasarnya dilakukan untuk memberikan tanaman bentuk yang diinginkan sementara pemangkasan dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang diinginkan. Biasanya, irigasi dipertahankan sebelum pemangkasan dan tanaman dipangkas dengan menghapus semua tunas musim lalu, termasuk cabang mati dan sakit. Disarankan untuk memangkas tanaman pada minggu terakhir bulan November untuk meningkatkan hasil dan kualitas bunga.

Pemanenan

Tanaman melati berbunga dimulai setelah 6 bulan tanam. Pemetikan bunga melati harus dilakukan di pagi hari, yaitu sebelum matahari terlalu panas / suhunya tidak terlalu panas, bunga melati akan menghasilkan panen paling banyak jika mereka berada antara 1 dan 2 minggu pada panen pertama. Setelah panen, pembungaan akan berkurang dan pembungaan akan dimulai lagi dari bulan Maret hingga April

Hasil komersial dicapai setelah penanaman enam bulan. Hasilnya tergantung pada praktek budaya pembudidaya. Selama tahun pertama, 750 kg bunga dapat diterima dan meningkat menjadi 2000 kg di tahun kedua, 2500 kg di tahun ketiga dan 3500 kg per hektar dari tahun keempat, dan harga jual untuk tanaman bervariasi antara 20.000 dan 70.000 ribu per kg pada musim dan harga rata-rata melati adalah Rp. 25 ribu per kg.\

Demikianlah pembahasan tentang budidaya melati semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya