11 Cara Budidaya Pepaya Agar Berbuah Lebat

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Buah pepaya merupakan buah yang berasal dari dataran Amerika, lebih khusus dari bagian tengah, adalah salah satu buah yang sangat mudah ditemukan di Indonesia. Alasannya sederhana karena, pada dasarnya, tanaman ini tidak dianggap sulit dirawat karena pada dasarnya tanaman ini sangat mudah dibudidayakan di berbagai tempat di dunia, seperti di daerah tropis dan subtropis.

Selain itu, apabila kita melihat manfaat pepaya mempunyai banyak kandungan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh seperti A dan C, selain itu buah pepaya yang dapat kita gunakan sebagai macam seperti jus, dodol, dan lain-lain. Untuk menjadi salah satu yang paling dicari buah dalam masyarakat.

Budidaya-Pepaya
Budidaya Pepaya

Ada banyak jenis pepaya, tetapi jika Anda ingin memiliki buah pepaya Anda dapat memanennya kapan saja. Karena itu, pepaya bangkok adalah solusi yang bisa dijadikan saran bagi Anda yang ingin memiliki buah pepaya yang tidak bisa berhenti berbuah. Selain itu, Bangkok Pepaya memiliki daya tahan yang baik. Jadi, ketika disimpan, rentan bahwa waktu yang diperlukan untuk pepaya dianggap lebih lama dari rata-rata.

Cara Budidaya Pepaya

Syarat Tumbuh

Tanaman pepaya dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi pada ketinggian 700 m di atas permukaan laut.

Tanaman pepaya dapat tumbuh dan menghasilkan pada tanah yang kaya akan bahan organik, drainase yang baik dan kelembaban yang baik. Mereka memiliki pH 6,5 hingga 7, curah hujan antara 1.500 dan 2.000 mm per tahun dan suhu antara 22 dan 30 ° C.

Tanaman pepaya yang menerima banyak sinar matahari lebih cepat berbunga dan berbuah, buah-buahan matang lebih cepat dan lebih manis.

Proses Pemilihan Bibit

Langkah pertama dalam penanaman pepaya adalah memilih bibit pepaya berkualitas tinggi karena proses ini akan menentukan panen masa depan Anda.

Pemilihan bibit pepaya sebenarnya tidak sulit, karena Anda dapat membeli bibit pepaya di toko pertanian dan membuat bibit pepaya sendiri. Kali ini kami akan memberi Anda cara membuat biji pepaya sendiri.

Cara membuat biji pepaya sendiri

  1. Langkah pertama adalah memilih buah untuk indukan. Ciri buah yang baik untuk induk adalah sudah matang, ukuran besar dan rasa buah manis.
  2. Setelah Anda menemukan calon indukan bibit, langkah berikutnya ambil biji didalam buah ( ingat hanya diambil sebagian dari buntut buah sampai bagian tengah, karena biji bagian pangkal buah berjenis kelamin betina).
  3. Setelah biji diperoleh, keringkan semua biji di bawah sinar matahari langsung dan tambahkan abu gosok untuk mengurangi kadar air
  4. Langkah terakhir adalah merendam biji pepaya, yang dikeringkan dengan air hangat. Tujuannya untuk berkecambah dengan cepat.

Proses Penyemaian

Tahap kedua dalam penanaman pepaya adalah penyemaian bibit pepaya. Kegiatan ini dilakukan agar bibit pepaya dapat tumbuh optimal, mudah beradaptasi dan mudah dikendalikan. Jika Anda tidak tahu cara menanam biji pepaya dengan benar, kami akan menjelaskannya di bawah ini.

Cara Penyemaian bibit pepaya

  1. Pada tahap sebelumnya, bibit direndam dalam air hangat, dan Anda memilih benih yang mengapung karena benih yang mengapung, memiliki cacat pertumbuhan atau tidak baik
  2. Tunggu hingga 24 jam, dan tunggu sampai biji mulai tumbuh
  3. Sambil menunggu proses di atas, Anda bisa menyiapkan media semai dan media semai. tempat semai yang dapat Anda gunakan adalah polybag karena lebih mudah ditangani saat menanam nantinya. Selain itu, Anda dapat menggunakan media tanam dalam bentuk campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3: 1.
  4. Setelah benih direndam selama 24 jam, benih mulai tumbuh kecambah. Langkah selanjutnya adalah menanam biji pepaya dalam polybag yang diisi dengan media tanaman.
  5. Kemudian siram dengan banyak air dan tunggu sampai biji tumbuh.

Proses Pengolahan Lahan

Cara selanjutnya untuk cara menanam pepaya adalah mengolah tanah. Sebelum Anda memulai fase ini, pertama-tama pastikan bahwa lokasi penanaman memenuhi semua persyaratan, baik itu iklim, tanah atau media tanam dan ketinggian lokasi. Setelah memastikan bahwa itu sesuai, kita akan membahas proses penanaman untuk penanaman pepaya di bawah ini.

Cara mengolah lahan tanah

  1. Pertama, siapkan beberapa alat dan bahan yang akan digunakan untuk menanam area penanaman pepaya seperti cangkul, sabit, pupuk kandang, kapur, tanah hitam (tanah bekas bakaran).
  2. Ketika semua alat dan bahan sudah siap, Anda harus membersihkan lahan penanaman dari semua hama, baik itu rumput, tanaman liar atau bahkan sisa dari lahan sebelumnya.
  3. Setelah membajak tanah dengan cangkul dengan kedalaman 40 cm Anda juga bisa menambahkan pupuk agar tanah kaya akan nutrisi. Kemudian periksa keasaman tanah (pH) jika Anda dapat melakukan proses pengapuran jika pH di bawah 5 dan biarkan selama 2 minggu.
  4. Metode berikutnya adalah pembuatan bedengan dengan lebar 250 cm, tinggi 50 cm dan panjang yang menyesuaikan dengan kondisi Lahan. Selain itu jaga lupa untuk membuat drainase disekitar bedengan agar saat hujan air tidak menggenangi bedengan.
  5. Terakhir adalah membuat lubang untuk menanam benih dari lokasi pembibitan, membuat lubang dengan ukuran 50X50X50 cm dan jarak antara lubang 60 cm.

Proses Penanaman pepaya

Langkah selanjutnya adalah menanam pepaya. Pada langkah ini Anda harus memilih bibit, menyemai benih dan menolah tanah. Setelah ketiga langkah di atas selesai, Anda hanya bisa melakukan penanaman. Sebenarnya proses penanamannya sederhana, tetapi harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati agar tidak merusak tanaman pepaya yang potensial.

Untuk menanam pepaya, ambil bibit dari tempat semai dan pilih tanaman yang sudah memiliki 2-3 daun. Kemudian buka polybag yang menutupi akar tanaman sehingga akar dapat berkembang secara optimal, masukkan ke dalam lubang yang Anda buat sebelumnya, dan tutup dengan tanah hitam, tanah normal, dan pupuk kandang campuran, lalu siramlah kemudian dengan air yang cukup.

Proses perawatan pepaya

Cara berikutnya untuk budidaya pepaya adalah proses perawatan, meskipun tanaman pepaya bisa berbuah meskipun mereka tidak mengalami proses perawatan tetapi kualitas buah yang dihasilkan tidak baik. Untuk alasan ini, berikut adalah beberapa cara untuk merawat pepaya sehingga pepaya dapat menghasilkan buah berkualitas tinggi.

Penyulaman

Penyulaman adalah pergantian tanaman mati diganti oleh tanaman baru. Namun penyulaman hanya dapat dilakukan pada tanaman yang lebih muda dari satu minggu karena mereka tidak dapat tumbuh bersama ketika diganti lebih dari satu minggu.

Penyiraman

Metode kedua perawatan tanaman adalah penyiraman. Pada musim kemarau tanaman yang ditanam disiram setiap hari pagi dan sore sedangkan pada musim hujan tanaman yang disiram hanya disiram satu kali di pagi hari.

Penyiangan

Metode perawatan yang ketiga adalah penyiangan. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan tanaman pepaya dari hama yang mengganggu seperti gulma dan sejenisnya.

Pemupukan Susulan

Pepaya membutuhkan banyak nutrisi dari tanah jadi pemupukan sangat penting untuk melengkapi makanan pepaya. Kegiatan pemupukan dilakukan pada tanaman berumur 1 minggu, kemudian berumur 1 bulan, kemudian berumur 3 bulan, kemudian berumur 6 bulan, dan kemudian hingga masa panen.

Proses Pemanenan

Cara terakhir untuk menanam pepaya adalah proses panen. Semua petani di Indonesia dan luar negeri sangat menantikan proses panen ini karena mereka dapat membawa tanaman pepaya ke pasar atau hanya memakannya di rumah. Sebelum panen, pastikan buah siap dipetik. Ciri-ciri buah pepaya yang siap dipanen adalah buah kuning dengan umur 10-12 bulan.

Anda dapat memanen dengan Songgo atau memanjat langsung, tujuannya adalah agar buah tidak jatuh keras dan rusak. Selanjutnya, tentukan alasan di titik pengumpulan pepaya dengan kertas atau kain agar buah pepaya tidak lecet.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya pepaya semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya