11 Cara Budidaya Pisang Kepok yang Baik

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Menanam pisang Kepok dapat memberi Anda banyak manfaat. Buah ini adalah jenis buah yang paling sering kita temui, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Di Indonesia sendiri, ada banyak jenis pisang, salah satunya adalah pisang Kepok. Pisang kepok biasanya memiliki bentuk yang pipih tidak seperti kebanyakan pisang, yang memiliki bentuk bulat dan panjang.

Budidaya-Pisang-Kepok
Budidaya Pisang Kepok

Pisang kepok tidak terlalu enak bila dikonsumsi langsung. Jika Anda ingin menikmati kelezatan pisang, Anda bisa mengolahnya menjadi makanan seperti keripik pisang. Ada dua jenis pisang kepok, yaitu pisang kuning dan putih. Biasanya, pisang kepok kuning lebih mahal karena rasanya lebih enak dibandingkan pisang kepok putih.

Metode penanaman yang mudah adalah alasan bagi sebagian petani untuk mengembangkan budidaya pisang ini. Pisang kepok pada dasarnya dapat tumbuh di mana saja, tetapi untuk mendapatkan buah berkualitas tinggi tanah harus dipilih yang memenuhi persyaratan untuk penanaman lahan. Karena permintaan pasar yang tinggi pisang ini sangat ideal untuk penanaman.

Cara Budidaya Pisang Kepok

Syarat Tumbuh

  1. Pohon pisang Kepok dapat tumbuh di dataran rendah pada ketinggian antara 1000 dan 2000 m di atas permukaan laut.
  2. Tanah yang cocok untuk pertumbuhan pisang Kepok adalah media lahan yang subur dengan kualitas tanah yang gembur dan kaya nutrisi. Namun, alangkah baiknya jika menanam pohon pisang Kepok ini di tanah berkapur, karena lebih mudah menyerap nutrisi.
  3. Kondisi iklim yang baik untuk budidaya pisang Kepok adalah iklim tropis yang biasanya lembab dan basah. Selain kedua kondisi ini, aspek angin harus dipertimbangkan.
  4. Namun, jangan menanam pohon pisang kepok di daerah yang sering terkena angin kumbang. Karena wilayah ini dapat merusak daun yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pohon pisang.
  5. Curah hujan yang ideal untuk menanam pisang Kepok adalah antara 1520 dan 3800 / meter per tahun. Namun dengan catatan musim kemarau dua bulan.
  6. Kemudian memperhitungkan curah hujan, yang harus dibandingkan dengan posisi ketinggian tanaman. Karena kalau saja air membanjiri area pohon pisang Kepok pohon itu cepat rusak dan bahkan busuk.

Pemilihan benih unggul

Telah diketahui bahwa memilih benih berkualitas tinggi adalah salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan budidaya pisang Kepok.

  1. Pilih benih pisang Kepok dari hasil perbanyakan vegetatif pucuk atau hasil kultur jaringan.
  2. Pilih benih pisang Kepok yang memiliki tinggi 1 – 1,5 meter. Dan dari pohon pisang Kepok yang memiliki kualitas bagus, buah yang produktif dan buahnya banyak.
  3. Pilih bibit pisang kepok yang agak matang. Yang ditandai dengan memiliki bunga dan umbi yang berfungsi sebagai cadangan makanan.
  4. Pilih bibit yang daunnya kelihatan menggulung seperti daun bambu baru dan hindari bibit dengan daun lebar.

Pengolahan Lahan Tanam

Saat pengolahan lahan pisang Kepok, perawatan diambil untuk memberantas hama yang merusak batang dan pisang di area penanaman. Yaitu dengan menghilangkan gulma, semak-semak, rumput gajah dan aliran air yang berfungsi untuk jalannya air.

  1. Buat lubang tanam dengan cangkul berukuran 30x30x30 cm. Namun, untuk tanah yang cukup berat, lubang dengan kedalaman 50 x 50 x 50 cm dibuat di tanah.
  2. Campurkan tanah yang digali dengan 5 kg pupuk untuk setiap lubang tanam sehingga kualitas pisang optimal pada saat panen.
  3. Jarak antara lubang tanam harus minimal 3 × 3 meter. Hal Ini dapat dimanfaatkan dengan menggunakan pola tanam lorong untuk menanam tumbuhan lain seperti sayur mayur. Yang akan memberikan keuntungan double bagi petani.

Proses Penanaman

Penanaman bibit pisang Kepok harus dilakukan selama musim hujan, yang biasanya berlangsung dari September hingga Oktober. Waktu terbaik untuk menanam pisang adalah di pagi atau sore hari.

  • Buang beberapa daun bibit pisang Kepok untuk mengurangi penguapan.
  • Sebaiknya membuang daun pisang Kepok yang berbunga dan membiarkan kuncupnya tumbuh.
  • Kemudian tanam bibit pisang Kepok langsung ke lubang tanam.
  • Kemudian tutup lubang tanam lagi sampai kokoh.
  • Jika perlu, berikan pasak untuk mendukung bibit agar tidak roboh.
  • Untuk tahap selanjutnya Anda harus melakukan perawatan dan pemeliharaan agar panennya optimal.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pisang Kepok tidak terlalu intensif untuk perawatan dan pemeliharaan. Perlu dicatat bahwa pembersihan gulma secara teratur mempengaruhi pohon pisang. Tahapan perawatan pisang Kepok meliputi:

Pengairan

Proses pengairan dan pasokan air harus dijaga secara rutin. Pengairan dapat dilakukan dengan mengalirkan air ke saluran yang dibuat pada barisan pisang itu sendiri. Kemudian ketika jantung pisang menghasilkan buah dan memiliki jarak 25 cm, jantung harus dipotong.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan tujuan mencegah masuknya gulma ke dalam tanaman pisang Kepok. Proses pengendalian gulma secara rutin dilakukan untuk memastikan pertumbuhan pisang Kepok yang optimal. Buang rumput yang tumbuh di sekitar tanaman. Penyiangan ini juga merupakan upaya menggemburkankan tanah. Ini memaksimalkan pertumbuhan akar dan perkembangan akar.

Penjarangan Tanaman

Penjarangan adalah proses pengurangan pohon pisang sehingga pertumbuhan pisang Kepok optimal. Cara terbaik adalah menanam 3-4 bibit dalam satu rumpun. Untuk mempertahankan penyerapan nutrisi, serta pertumbuhan dan kualitas buah yang ideal, hanya 3-4 anakan harus dipelihara dalam satu rumpun dan sisanya dibuang.

Pembukusan buah dan Pemotongan Jantung Pisang

Ketika tanaman pisang Kepok berbuah, jantung pisang 25 cm harus dipotong. Setelah itu, pisang kepok dibungkus plastik. Pembungkusan ini digunakan untuk menghindarkan buah dari serangan hama dan panyakit. Buah pisang kepok yang dibungkus juga memiliki kualitas yang lebih tinggi dan harga yang lebih tinggi daripada buah yang tidak dibungkus. Berikan lubang plastik sekitar 0,5 hingga 0,6 cm untuk menghilangkan air dari plastik dan menguapkan buahnya.

Tahap Pemupukan

Untuk mendukung pertumbuhan pohon pisang Kepok diperlukan nutrisi, yaitu kalium. Pemupukan yang ideal terjadi dua kali setahun. Tanaman pisang kepok membutuhkan kalium dalam jumlah banyak. Karenanya, satu hektar pisang Kepok membutuhkan 207 kg pupuk urea, 138 kg pupuk superfosfat, 600 kg KCL dan 200 kg kapur. Pemupukan dilakukan dengan menmberikan pupuk ke area akar tanaman. Pemupukan pertama harus dilakukan 6 bulan setelah tanam.

Proses Pemanenan

Panen pisang Kepok setelah 3 bulan atau 90-100 hari setelah bibit pisang Kepok ditanam. Untuk kriteria pisang Kepok hasil panen dapat dilihat dari ukuran buah maksimum. Anda juga dapat mengetahui dari daun tanaman pisang Kepok yang mulai mengering dan pada titik ini tanaman tersebut dapat dipanen.

Dalam satu tahun, pohon pisang Kepok dapat dipanen 2-3 kali dengan melihat usia dan bentuk buah atau daun yang mulai mengering. Dan ingat bahwa pisang dapat bertahan 8-10 hari setelah panen.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya pisang kepok semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya