13 Cara Budidaya Sawi Hijau Serta Merawat dan Proses Panennya

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Sawi hijau atau sayuran dengan nama latin Brassica sinensis L tidak sulit untuk membudidayakannya. hal ini karena sawi hijau dapat hidup diberbagai macam tempat baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi.

Keuntungan lain adalah sawi hijau adalah sayuran yang stabil di semua cuaca. Meskipun demikian, kita tidak dapat secara sembarangan menanam sawi hijau. Metode penanaman yang salah menyebabkan kurangnya hasil produksi.

Budidaya-Sawi-Hijau
Budidaya Sawi Hijau

Untuk berkebun yang sukses dengan sawi hijau, berikut adalah langkah-langkah untuk menanam sawi hijau yang baik dan menghasilkan banyak panen:

Cara Budidaya Sawi Hijau

Syarat Tumbuh

Prasyarat untuk pertumbuhan sawi hijau yang optimal adalah tanah gembur yang mengandung nutrisi / humus dan memiliki drainase (drainase yang baik). PH tanah yang baik, idealnya 6 sampai 7.

Tanaman sawi hijau tumbuh optimal di dataran tinggi tetapi tanaman yang satu ini juga bisa dibudidayakan di dataran rendah asalkan kebutuhan air bisa terpenuhi. Salah satu kelebihan tanaman sawi hijau adalah mereka dapat ditanam kapan saja yang berarti tidak perduli pada musim hujan atau musim kemarau. Waktu yang sangat baik untuk menanam sawi di akhir musim hujan.

Sawi hijau tidak dapat tumbuh secara optimal selama musim kemarau jika kita tidak memperhatikan persyaratan airnya. Namun, jika kita menanam sawi hijau dengan polybag / pot, tentu saja lebih mudah untuk merawatnya, juga ketika datang ke persyaratan air.

Pemilihan Benih

Memilih benih adalah langkah terpenting dalam menanam sawi hijau, karena hasil yang diperoleh tergantung pada langkah ini. Untuk melakukan ini, ikuti langkah-langkah ini untuk pembibitan sawi hijau:

  1. Belilah sawi hijau berkualitas baik.
  2. Pastikan benihnya tertutup rapat dan tidak rusak.
  3. Ciri benih berkualitas adalah bentuk bulat kecil, warna coklat kehitaman, agak keras, permukaan halus dan berkilau.
  4. Takaran berat bobot benih untuk 1 hektar luas tanam adalah 750 g. Namun, jika Anda menanam di pekarangan hanya diperlukan 2 sendok makan bibit sawi hijau.
  5. Ketika benih digunakan dari hasil panen. Maka tanaman benih berumur setidaknya 70 hari. Penyimpanan sawi hijau yang digunakan sebagai bibit harus dipisahkan dari tanaman lain.

Proses Penyemaian Benih

Penempatan benih. Tempat bibit dibuat dengan ukuran 1,5 x 1,4 x 1 meter dari bahan bambu. Atapnya terbuat dari plastik. Sedangkan bedengan dibuat di atas lahan 120 cm
Penyemaian benih. Sebarkan 2 kg pupuk kandang dicampur dengan 7,5 g KCL, 2 g urea, dan 10 g TSP. Campur diatas tanah pada bedengan. Perlu dicatat bahwa pupuk ditaburkan 2 minggu sebelum bibit sawi hijau disemaikan. Taburkan bibit sawi hijau di atas dan tutupi setebal 1 sampai 2 cm dengan tanah halus atau pupuk kompos .
Transplanting benih. Transplanting adalah proses pengisian panel penyemaian pada media semai sampai terisi penuh, setelah itu bisa dibasahi menggunakan air. Kemudian bisa dibasahi dengan air. Langkah ini dilakukan saat benih sudah memiliki 2-3 daun. Hanya 1 bibit sawi hijau yang digunakan dalam 1 lubang tanam. Kemudian simpan panel semai dalam wadah pembibitan selama 23-29 hari.

Pengolahan Lahan Tanam

Bibit sawi hijau yang telah tumbuh. Biarkan selama 10 hari. Dalam 10 hari, Anda dapat mempersiapkan untuk memilih lahan yang baik untuk proses pemindahan. Cara Pengolahan lahan yang Benar:

  1. Buatlah tanah yang gembur dengan membangun bedengan dengan cangkul. hal ini berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, sirkulasi udara dan kesuburan tanah. Lakukan Juga pembersihan tanah dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya.
  2. Cangkul lahan sedalam 20-40 cm. Lalu campur pupuk organik ke tanah. Hal ini bertujuan untuk memeperbaiki fisik tanah serta kandungan manfaat baik yang ada di dalamnya.
  3. Catatan penting. pemilihan lahan sawi hijau berbeda dengan pilihan tanah untuk proses penyemaian. Pilih lahan terbuka tanpa halangan naunan. Karena tanaman sawi hijau siap tanam membutuhkan banyak paparan sinar matahari.

Langkah Penanaman

Proses penanaman adalah proses di mana bibit sawi hijau dibawa ke area pertanian. Bibit kemudian ditanam di bedengan. Masukkan jarak sekitar 30 cm di antara tanaman.

Perawatan dan Pemeliharaan

Proses perawatan sawi hijau bisa dibilang lebih sulit. Karena sayuran ini lebih cocok untuk lahan subur. Berikut langkah-langkah yang tepat untuk memudahkan perawatan:

  1. Saat memasuki musim kemarau, pastikan bahwa sawi tetap dalam kondisi dingin.
  2. Hindari sawi hijau yang terpapar sinar matahari selama 8 jam. Karena itu mengganggu proses pertumbuhan dan photositesis.
  3. Saat musim hujan tidak harus menyirami tanaman secara manual.
  4. Perhatikan kondisi tanah terhadap curah hujan yang ada.

Penyiraman

Cara selanjutnya untuk menanam sawi hijau adalah dengan menyirami tanaman secara teratur. Pastikan tanahnya lembab secara merata dengan menyiramnya dengan ringan. Bisa juga menyiram sawi hijau dengan air pupuk organik atau cucian beras. Tingkatkan kadar zat-zat baik di tanah.

Penjarangan

Tanaman ini dilakukan penjarangan dengan menarik dan menyortir tanaman yang tumbuh ketika jarak antar tanaman terlalu rapat.penjarangan juga bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan sawi hijau. Penjarangan dapat dilakukan 10 hari setelah tanam.

Penyulaman

Lakukan penyulaman atau proses penggantian tanaman yang terinfeksi hama dan penyakit atau tanaman mati atau tumbuh dengan tidak normal dengan tanaman sehat.

Penyiangan

Lakukan penyiangan tanaman gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman sawi hijau. Penyiangan juga bertujuan untuk menggindari perebutan nutrisi dengan tanaman gulma.

Pemupukan

Lakukan pemupukan tambahan. pemupukan dilakukan setelah 25 hari setelah pemberian urea hingga 50 kg / ha. Pemupukan bertujuan untuk memberi tambahan nutrisi dalam tanah dan menyuburkan tanaman.

Penanganan hama dan penyakit

Ada berbagai penyakit dan hama yang sering menyerang sawi hijau. Hal ini termasuk busuk akar, penyakit kuning pada daun dan hama seperti ulat, kutu, kumbang dan belalang. Untuk menyelesaikan, lakukan penyulaman seperti dijelaskan di atas. Namun, jika sawi hijau sudah dalam kondisi parah pestisida dapat disemprotkan selama 2 minggu sebelum panen.

Proses Panen

Tanaman sawi hijau dapat dipanen ketika sawi hijau berumur 50-80 hari setelah tanam. Untuk menerapkan, Anda dapat memotong pangkal batang, menariknya ke akar, atau hanya memotong daun. Namun tips berikut untuk memanen sawi hijau agar hasil yang didapat tetap terjaga kesegarannya:

  1. Bawa hasil panen ke tempat teduh sesegera mungkin sehingga tidak cepat layu.
  2. Bersihkan sawi hijau dari tanah yang menempel. Untuk menghambat proses oksidasi, potong akar setelah mencabutnya dari tanah.
  3. Untuk membangkitkan kesegaran, potong daun yang terlihat jelek.
  4. Pisahkan sawi hijau yang baik dari sawi yang berkualitas buruk.
  5. Simpan sawi hijau dalam posisi berdiri dan beri sedikit air agar tetap segar.
  6. Proses panen harus dilakukan sebelum musim hujan. Tujuannya adalah untuk mencegah pembusukan agar tidak terjadi terlalu cepat.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya sawi hijau semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: