22 Cara Budidaya Semangka non Biji dan Cara Merawatnya

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Semangka non biji sebenarnya memiliki sifat yang hampir cocok dengan semangka berbiji. Hanya saja varietas semangka non biji telah diolah sedemikian rupa sehingga buah yang dihasilkan tidak memiliki biji. Tujuan memproduksi semangka tanpa biji adalah untuk memudahkan dalam konsumsi. Semangka non biji secara fisik memiliki warna kulit dan corak lebih gelap dari semangka berbiji. Perbedaan warna kulit biasanya sangat mencolok sehingga mudah untuk membedakan antara semangka non biji dan semangka berbiji.

Pada proses budidayanya, semangka non biji membutuhkan perlakuan sedikit lebih rumit. Menanam semangka tanpa biji memerlukan perlakuan khusus pada penyemaian, penyerbukan dan pemupukan. Jika proses ini dilakukan secara tidak benar, kemungkinan kegagalan bahkan lebih besar. Selain itu, semangka tanpa biji memiliki umur yang sedikit lebih panjang. Jika semangka berbiji dapat dipanen pada usia 55 hingga 60 HST, semangka non biji hanya dapat dipanen pada usia 65 hingga 70 HST.

Budidaya-Semangka-Non-BIji
Budidaya Semangka Non BIji

Cara Budidaya Semangka Non Biji

Syarat Tumbuh

Curah hujan ideal untuk semangka non biji adalah 40-50 mm / bulan. Semangka non biji dapat ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m di atas permukaan laut. Area penanaman harus terkena sinar matahari dari pagi hingga sore. Suhu optimal 250 c. Semangka non biji tidak cocok untuk ditanam di tanah asam. Karena itu, tanah untuk menanam semangka harus gembur dan kaya akan bahan organik.

Proses Pembibitan

Pemilihan Benih

Pembudidayaan semangka tanpa biji dilakukan dengan menggunakan bibit. Saat memilih benih, berbagai kondisi harus dipenuhi: bentuk semangka harus bulat sempurna, tidak keriput dan tidak mengapung saat direndam. Setelah benih siap selanjutnya bagian atas bibit semangka dipotong terlebih dahulu untuk memudahkan proses pertumbuhan. Selain itu, bibitnya direndam dalam air hangat pada suhu 20 hingga 25 ° C yang sebelumnya dicampur dengan fungisida dan bakterisida dalam perbandingan 2 ml per liter air. Rendam benih dalam air selama 30 menit dan sisihkan.

Penyemaian Bibit

Sebelum bibit ditanam, bibit disemai terlebih dahulu. Tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan bibit ke dalam handuk dan lipat.
  2. Tempatkan handuk dengan bibit ke dalam toples yang telah dilapisi pasir dan koran basah.
  3. Untuk menjadi lebih hangat berikan penerangan dengan lampu pijar 15-watt 10 cm di atas kain bungkusan.
  4. kontrol bungkusan bibit setiap 4-6 jam untuk menentukan kelembabannya. Ketika kondisi bibit kering semprotkan sedikit air dengan sprayer tangan dan lakukan pemeraman selama 1-2 hari.
  5. Siapkan polybag berukuran 12 × 12 cm. Isi polybag dengan media tanam, yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1: 1.
  6. Setelah bibit selesai diperam, masukkan bibit semangka ke dalam polybag sedalam 1,5 cm. Tutup lubang dengan tanah halus dan abu sekam dalam rasio 2: 1. Kemudian tutup dengan karung goni dan diamkan selama 2-3 hari.

Persiapan Lahan Tanam

Langkah selanjutnya yang perlu disiapkan adalah area penanaman. Kondisi lahan tempat menanam semangka harus gembur, sedikit berpasir dan kaya akan bahan organik. Untuk alasan ini pengolahan lahan harus disiapkan terlebih dahulu. Jika tanah itu adalah bekas kebun, tanah itu harus dibersihkan terlebih dahulu. Jika Anda ingin menanam semangka ini di sawah tanah harus dikeringkan dan dibersihkan dari panen sebelumnya.

Pembuatan Bedengan

Untuk budidaya semangka, bedengan sangat diperlukan untuk membiarkan air keluar melalui saluran drainase yang diproduksi. Untuk panjang bedengan maksimum 12-15 meter dengan ketinggian 30-50 cm dan lebar parit 30-50 cm. Sedangkan lebar bedengan tergantung pada teknologi budidaya yang digunakan. Jika Anda menanam semangka dengan sistem pirus, lebar bedengan berkisar dari 100 hingga 110 meter, untuk sistem tanam tanpa turus system 1 baris, lebar bedengan berkisar dari 200 cm hingga 400 cm untuk lebar bedengan tanpa sistem pirus 2 baris.

Pengolahan Tanah

Setelah lahan siap, haluskan dan ratakan tanah dengan cangkul di sisi bedengan. Ratakan bagian tengah yang digunakan sebagai landasan buah pada bedengan dan beri jerami kering untuk rambatan semangka dan buah. Kemudian menyiangi bedengan, menyiraminya dan melapisi bedengan dengan jerami kering atau mulsa plastik selebar 110-150 cm untuk mencegah air dan tanaman liar menguap.

Pemupukan Tanah

  • Pengapuran

Setelah lahan selesai, dilakukan pengapuran tanah untuk menetralkan keasaman dan logam beracun yang terkandung dalam tanah melalui penggunaan kapur pertanian, yang mengandung unsur kalsium dan magnesium. Sebelum mengaplikasikan kapur, pertama-tama ukur pH tanah. Pengapuran 4 hingga 5 tanah membutuhkan pH 150 hingga 200 kg dolomit per 1000 m². Diperlukan pH 5-6 75-150 kg dolomit per 1000 m² dan untuk pH di atas 6 hingga 50 kg dolomit per 1000 m² diperlukan.

  • Pemupukan

Setelah pengapuran, pemberian pupuk dasar dimulai atau kira-kira. 2 minggu sebelum tanam. Pupuk pertama yang diberikan adalah pupuk sekitar 12 ton per hektar atau 1,5 kg per tanaman, yang disimpan di bedengan atau di lubang tanam. Selain pupuk kandang tanaman juga membutuhkan pupuk dasar 85 g ZA, 85 g KCL, 50 g urea, 30 g SP-36 dan 2 g borat per tanaman

Pemasangan Turus

Turus hanya dipasang jika Anda menggunakan sistem penanaman dengan Turus. Bisa juga dibuat dengan 2 model, yaitu model yang menyerupai huruf A atau huruf X dengan kayu atau bambu. Untuk model A, ketinggian 180 cm dan tinggi 80 cm dengan jarak dua pasang turus sekitar 60 cm diproduksi. Seperti model turus X, turus tingginya 195 cm dan dibuat pada ketinggian 75 cm dari atas dan 20 cm dari persilangan karena jarak antara turus adalah 60 cm.

Proses Penanaman

Sebelum penanaman dimulai, lubang dengan kedalaman 8-10 cm disiapkan 1 minggu sebelum tanam. Jarak tanam adalah 80 × 70 cm dengan populasi 8.000 tanaman per hektar untuk sistem Turus dan untuk penanaman benih semangka tanpa Turus dengan jarak tanam dalam baris 70 cm dengan populasi 3.500-4.000 tanaman per hektar.

Sirami benih Sebelum menanam bibit hingga 3/4 dari tinggi bedengan dan biarkan benih berendam dalam air yang mengandung larutan 2 g pupuk NPK per liter sebagai solusi awal. Kemudian proses penanaman dapat dimulai dengan terlebih dahulu melepas kantong plastik yang menutupi bedengan, memasukkan benih ke dalam lubang, menutup lubang dengan tanah yang sudah disiapkan dan melakukan penyiraman dengan air.

Perawatan dan Pemeliharaan

Tanaman semangka tanpa biji dirawat dengan cara berikut:

Penyulaman

Penyulaman ini bisa dilakukan jika pertumbuhan tanaman terlalu lambat atau terlalu lemah. hal ini bisa dilakukan 10 hari setelah tanam agar tanaman tumbuh merata.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk mencegah penghambatan tanaman dan mengurangi risiko penyakit pada tanaman. Lakukan penyiangan terhadap gulma disekitar tanaman.

Pembumbunan

Pembumbunan bertujuan untuk penimbunan tanah kembali akibat longsor karena penyiraman. Namun, pembumbunan ini hanya terjadi jika Anda menggunakan sistem penanaman tanpa mulsa plastik.

Penyiraman

Penyiraman tanaman semangka ini harus dilakukan terus menerus karena tanaman semangka ini tidak dapat bertahan hidup jika ada kekurangan air. Penyiraman dapat digunakan sistem irigasi di mana air mengalir melalui air di antara bendungan.

Pemupukan

Pupuk dapat diberikan tiga kali selama masa tanam pupuk pertama diberikan ketika tanaman mulai menana, pupuk kedua diberikan ketika tanaman setinggi satu meter dan terakhir pemupukan dilakukan setelah tanaman menghasilkan buah sebesar telur ayam. Campuran pupuk daun dan pupuk kimia digunakan sebagai pupuk terdiri atas Perl-NPK 10-20 g / l, KNO315 g / l dan Mikro 10 g per liter.

Pemangkasan

Pemangkasan dibuat ketika tanaman berumur 7-10 hari. Tujuannya adalah untuk menjaga tanaman sampai hanya ada dua cabang utama yang tersisa. Patut dicatat bahwa alat yang digunakan untuk pemangkasan harus steril, karena secara bertahap setelah pemangkasan alat harus terlebih dahulu direndam dengan fungisida cair.

Penyerbukan Buatan

Penyerbukan buatan ini dilakukan pada pagi hari yaitu antara pukul 6 pagi dan 10 pagi dan saat tanaman berumur 21 hingga 28 hari setelah tanam. Penyerbukan dilakukan dengan mengumpulkan bunga jantan dari semangka biji dan kemudian diusapkan maksimal 3 bunga bercabang pada putik betina.

Seleksi Buah

Seleksi buah ini dibuat saat Anda menginginkan bentuk buah yang besar dan merata. Pemilihan buah bisa dimulai saat tanaman berumur 40 hari setelah tanam. Untuk hasil terbaik setidaknya 2 buah dengan pertumbuhan yang baik dipilih per tanaman.

Pembalikan Buah

Agar kulit buah tetap mulus, dasar atau serasah dari jerami atau buluh harus diberikan antara buah dan para-buah selama proses pembesaran. Selain memberikan alas, buah juga harus dibalik sehingga seluruh permukaan semangka terkena sinar matahari.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Ada beberapa jenis hama dan penyakit yang dapat mengganggu tanaman semangka. Dan untuk menghindari semua ini perlu untuk menyemprotkan basis fungisida, insektisida dan pupuk daun secara teratur setiap minggu. Namun, jika tanaman semangka yang Anda tanam telah terinfeksi oleh hama Anda dapat menyemprot selama 2 hari.

Proses Panen

Waktu untuk memanen semangka tanpa biji sedikit lebih lambat yang berarti ia hanya bisa dipanen pada usia 65 hingga 70 HST. Buah semangka yang matang menunjukkan karakteristik warna kulit buah dan sulur yang pudar yang berada di pangkal batang buah kering. Panen harus dilakukan setelah embun kering (9 pagi) dan cuaca cerah (tidak hujan) sehingga kulit tidak basah dan membusuk dengan mudah. Semangka dipetik bersama dengan batang buahnya sehingga dapat disimpan lebih lama.

Dalam budidaya dataran rendah, semangka tanpa biji dapat dipanen pada 65-70 HST. Sementara di dataran tinggi non-biji, semangka dipanen pada umur 70-75 DAP.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya semangka non biji semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: