10 Cara Budidaya Tabulampot yang Baik dan Benar

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Tanaman buah dalam pot atau yang biasa disebut tabulampot dikembangkan dengan sangat cepat untuk memenuhi tantangan pengembang tanaman buah yang disebabkan penyempitan lahan, terutama di daerah perkotaan, budidaya tanaman buah yang biasanya berukuran besar dan yg berakar dalam. Budidaya tabulampot dikembangkan pada awal 1970-an dan masih populer hingga saat ini dan kemungkinan akan terus meningkat pesat, seiring semakin berkurangnya lahan kosong di wilayah perkotaan.

Hampir semua jenis tanaman buah bisa tumbuh sangat baik di tabulampot. Tetapi tidak semua tabulampot dapat berbuah. Berkembang tidak berarti bisa berbuah, biasanya dipengaruhi oleh faktor iklim dan kemampuan beradaptasi tanaman. Ada berbagai jenis tanaman buah yang dapat ditanam dalam pot dengan tingkat keberhasilan hingga 100%.

Budidaya-Tabulampot
Budidaya Tabulampot

Cara Budidaya Tabulampot

Menyiapkan Bibit Buah Tabulampot

Penentuan bibit tanaman buah merupakan faktor yang sangat menentukan tingkat keberhasilan budidaya tabulampot. Dalam budidaya tabulampot lebih baik menggunakan benih vegetatif karena memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki sifat seperti indukannya, kkeberhasilannya lebih mudah diprediksi dan lebih cepat berbuah. Pilih bibit tanaman buah yang bebas dari hama dan penyakit tanaman.

Menyiapkan Media Tanam

Media tanam bertindak sebagai tempat untuk pertumbuhan akar dan untuk menopang batang tanaman. Media Tanam tabulampot harus mampu menyimpan air dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Media tanam yang biasa digunakan meliputi: campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan komposisi 1: 1: 1. Bisa juga berupa campuran tanah, pupuk kambing dan sekam padi dengan komposisi 1: 1: 1. Tanah dan bahan organik di daerah tropis biasanya memiliki tingkat keasaman tinggi.

Pemilihan Pot

Pilihlah ukuran pot harus disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman buah yang akan ditanam. Jika bibit buah masih kecil, Anda harus menggunakan pot kecil. Tujuannya adalah agar selain estetika, penggunaan ukuran pot secara bertahap memudahkan penggantian media tanam. Jenis pot yang digunakan bisa terbuat dari tanah liat, logam (drum), plastik, semen atau kayu.

Untuk jenis pot yang terbuat dari tanah liat dan kayu sangat bagus untuk budidaya tabulampot karena memiliki pori-pori sehingga kelembaban dan suhu media tanam lebih stabil. Namun, kerugian dari bahan-bahan ini tidak tahan lama.

Wadah tabulampot yang baik harus memiliki kaki atau bagian bawah yang memisahkan bagian bawah pot dari tanah. hal ini penting untuk drainase dan memudahkan pemantauan agar akar tanaman tidak menembus tanah.

Penanaman Benih Tanaman

Berikut adalah langkah-langkah untuk menanam bibit dalam pot atau tabulampot:

  1. Siapkan bahan untuk media tanam, kemudian ayakan kerikil di dalamnya dan buang. Campur bahan-bahannya secara merata.
  2. Siapkan pot yang berukuran sesuai ukuran tanaman. Idealnya dari ukuran pot kecil. Dengan ini, ketika tanaman menjadi lebih besar pot dapat ditukar, serta penanda untuk meremajakan media tanam.
  3. Letakkan pecahan genteng pada dasar pot, satu lapis saja. Kemudian letakkan juga satu lapis ijuk atau sabut kelapa.
  4. Kemudian isi media tanam yang telah disiapkan di tengah pot.
  5. Untuk mengurangi penguapan, Lakukan pemangkasan beberapa daun atau batang dari bibit tanaman. Kemudian buka polybag dari bibit tanaman letakkan langsung di tengah pot. Timbun media tanam hingga pangkal batang.
  6. Kemudian padatkan media tanam di sekitar pangkal batang dan pastikan bahwa tanaman sudah tertopang dengan baik. lakukan penyiraman dengan air untuk mempertahankan kelembaban.
  7. Simpan tabulampot di tempat teduh untuk menyesuaikan. Siram setiap pagi atau sore. Setelah seminggu, letakkan tabulampot di luar ruangan.

Perawatan dan Pemeliharaan Tabulampot

Penyiraman

Tabulampot yang telah tumbuh harus diletakkan di luar ruangan dan sepenuhnya terkena sinar matahari. Di musim kemarau, penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari. Pada musim hujan, penyiraman hanya terjadi jika media tanam terlihat kering. penyiraman dilakukan dengan selang atau pipa air.


Jika ada banyak tabulamput, penyiraman dapat diprogram dengan membangun sistem irigasi. Sistem irigasi yang paling cocok adalah irigasi tetes. Irigasi ini menghemat tenaga kerja, menghemat air dan mudah dikendalikan. Tetapi itu membutuhkan investasi besar.

Pemangkasan

Setidaknya ada tiga tujuan untuk pemangkasan dalam tabulampot yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan peremajaan.

Pemangkasan bentuk dilakukan untuk membuat tajuk baru dan menyesuaikan posisi tanaman sehingga sinar matahari menembus semua bagian tanaman. Selain dua fungsi ini, pemangkasan bentuk juga terkait dengan estetika. Teori umum saat memotong bentuk pot tabu adalah 1-3-9. Ini berarti bahwa ada maksimum 3 batang sekunder di setiap 1 batang primer dan maksimum 3 batang tersier di batang sekunder. Batang yang dibiarkan tumbuh sehat dan kuat serta memiliki unsur estetika pada tanaman.
Pemangkasan produksi terkait dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan dilakukan pada tunas air untuk merangsang pembungaan. Selain itu, pemangkasan juga dilakukan terhadap batang yang terlihat sakit.
Pemangkasan Peremajaan dilakukan terhadap tanaman yang telah tua. menggantikan media tanam dan pot (repotting). Pada tabulampot yang sudah tua biasanya dilakukan penggantian media tanam dan pot (repotting). Pada fase ini, beberapa cabang perlu dipangkas. Bahkan pada kasus-kasus tertentu hanya menyisakan batang primer saja.

Pemupukan

Media Tabulampot hanya memiliki cadangan nutrisi terbatas. Karena itu, pemupukan menjadi sangat penting. Pemupukan pertama terjadi satu bulan setelah tanam. Kemudian dilakukan setiap 3-4 bulan.
Pupuk yang digunakan harus pupuk organik. Jenisnya bisa kompos, pupuk kandang atau pupuk organik cair. Meskipun kandungan nutrisi tidak seakurat dengan pupuk kimia, pupuk organik mengandung nutrisi yang lebih lengkap. Selain itu, penambahan bahan organik merangsang aktivitas biologis dalam media tanam.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan sejak dini yaitu sejak pemilihan benih. Benih unggul biasanya memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu. Hama dan penyakit juga dapat dicegah dengan menjaga kebersihan media tanaman dan kebun. Gulma dan semak di kebun bisa menjadi sumber hama dan penyakit.
Jika hama atau penyakit sudah menyerang tabulampot, langkah pertama dapat dihilangkan secara manual. Misalnya, dengan memilih ulat yang menyerang atau memangkas cabang yang terkena dampak.
Jika tabulampot berbuah, lindungi buah dengan plastik atau jaring pelindung. Anda juga dapat mengatur perangkap hama, misalnya penggunaan hormon feromon untuk menangkap lalat buah.
Menyemprot tabotamot dengan pestisida adalah dilema. Tabulampot biasanya ditanam di halaman dekat pemukiman. Pestisida kimia tentu sangat berbahaya dan mencemari lingkungan. Karena itu, selalu gunakan pestisida organik.

Pergantian Media dan Pot

Ketika tanaman buah Tabulampot yang telah mencapai ukuran tertentu harus dipindahkan. Ruang tabulampot harus cukup untuk mendukung ruang untuk tanaman. Pemindahan dilakukan sekaligus dengan pergantian media tanam.
Mengganti media tanam dalam tabulampot tidak hanya digunakan untuk memindahkan tanaman dalam pot yang lebih besar. Pemangkasan peremajaan juga diperlukan. Misalnya pemangkasan akar tanaman. Akar tanaman yang terus tumbuh memperbaiki media tanam.
Akar yang lebih panjang dari 25 cm harus dipangkas. Kepadatan akar juga harus dikurangi. Selain memotong akar, daun dan batang juga dipotong untuk mengurangi penguapan.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya tabulampot semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya