15 Cara Budidaya Teh Serta Perawatan dan Proses Panennya

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Tanaman teh termasuk genus Camellia dengan sekitar 82 spesies yang sebagian besar tersebar di wilayah Asia Tenggara pada 30 ° lintang utara atau selatan khatulistiwa. Selain tanaman teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze), yang dikonsumsi sebagai minuman segar, genus Cammelia juga mencakup banyak jenis tanaman hias.

Tanaman teh berasal dari daerah perbatasan Cina selatan (Yunan), barat laut Laos, Thailand utara, timur Birma dan timur laut India yang merupakan vegetasi hutan di daerah transisi tropis dan subtropis. Tanaman teh pertama datang ke Indonesia pada tahun 1684, dalam bentuk biji teh dari Jepang, dibawa oleh seorang Jerman bernama Andreas Cleyer dan ditanam sebagai tanaman hias di Jakarta.

Budidaya-Teh
Budidaya Teh

Perkebunan teh yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda telah diambil alih oleh pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan dan dikelola oleh perusahaan milik negara (BUMN). Namun, perusahaan milik negara masih menggunakan teknologi atau mesin buatan Belanda untuk mengelola perkebunan, pemrosesan dan bahkan teknologi. Perdagangan perkebunan dan teh sekarang juga dioperasikan oleh sektor swasta. Perusahaan swasta mengelola industri teh dari hulu hingga hilir.

Cara Budidaya Teh

Persyaratan Tumbuh

  1. Wilayah penyebaran tanaman teh terutama tumbuh di wilayah antara 30 ° lintang utara dan selatan khatulistiwa.
  2. Keasaman tanah (pH) adalah antara 4,5 dan 5,6. Jenis tanah adalah lantai Latosol dan Podzolik dengan kedalaman efektif dan struktur lebih dari 40 cm.
  3. Iklim Suhu berkisar antara 13 ° C dan 25 ° C. Sinar matahari cerah dan kelembaban relatif pada siang hari tidak kurang dari 70%.
  4. Curah hujan rata-rata selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan bahwa bulan kering kurang dari 60 mm. Jumlah hujan setidaknya 2.000 mm per tahun. Semakin banyak matahari semakin cepat pertumbuhannya asalkan curah hujannya mencukupi.
  5. Ketinggian tempat berkisar 800 – 2.000 m di atas permukaan laut atau lebih.

Persiapan Bibit

Tanaman teh dapat diperbanyak secara generatif atau vegetatif. Bahan tanaman dari biji digunakan dalam perbanyakan generatif, sedangkan bahan tanaman dari stek dalam bentuk klon digunakan dalam perbanyakan vegetatif. Biji yang baik memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Kulit biji berwarna hitam dan mengkilap.
  2. Berisi penuh, dengan isi biji berwarna putih.
  3. Dengan berat spesifik lebih tinggi dari air, sehingga tenggelam ketika direndam dalam air.
  4. Dengan bentuk dan ukuran normal.
  5. Tidak terinfeksi oleh penyakit, jamur atau kepik.

Persiapan Lahan Tanam

Pemilihan Lokasi

Lokasi yang dipilih adalah berdrainase baik dan dekat dengan kebun yang akan ditanam sehingga memudahkan dalam pengangkutan. Naungan kolektif dibuat dengan ketinggian 2 meter di atas tanah, sedangkan luas lahan tergantung pada kebutuhan bibit atau area penanaman.

Persiapan Media Tanam

Tanah atas dan tanah bawah diayak secara terpisah dengan ayakan kawat dengan diameter 0,5-1 cm, sehingga tidak ada sisa limbah atau batu yang tersisa. Lalu campur media dengan pupuk sesuai dosis yang dianjurkan. Ketika pH tanah asam lakukan pengapuran terlebih dahulu. Kemudian isi 1/3 permukaan dan 2/3 permukaan dalam polybag.

Pembuatan Bedengan

Buatlah bedengan berukuran 20 cm dan lebar 1 m dan panjang 10 hingga 15 m sesuai kebutuhan. kemudian taburkan pupuk untuk membuat tanahnya subur.

Pengisian Kantong Plastik

Kantong plastik yang diisi dengan 2/3 bagian kemudian ditempatkan di bedengan.

Pembuatan Sungkup Plastik

Rangka sungkup plastik terdiri dari bambu berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi 60 cm di tengah dan tepi 40 cm.

Penanaman Stek

Siramlah media tanamnya terlebih dahulu hingga cukup basah. Kemudian menanamkan stek sedalam 4-5 cm, tutup dengan tutup plastik dan biarkan selama 3 bulan. Dua minggu setelah 3 bulan, tutupnya dibuka selama 2 jam dari 7 hingga 9. Dua minggu berikutnya adalah 4 jam, kemudian 6 jam / hari, setelah itu tutupnya bisa dibuka sepenuhnya.

Penanaman

Langkah-langkah dalam penanaman tanaman ini dilapangan adalah sebagai berikut:

  1. Pembongkaran pohon dan semak dan pembersihan gulma
  2. Penggemburan tanah
  3. Pembuatan Lubang Tanam
  4. Penentuan Waktu Tanam
  5. Jarak tanam biasanya jarak tanam yang digunakan empat persegi pada jarak 90 x 120 cm dan 70 x 100 cm. kemudian tanam pucuk teh dan padatkan kembali tanah.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiangan

Pengendalian gulma dalam budidaya teh dapat dilakukan secara mekanis dan kimiawi. Cara mekanisnya adalah dengan menggali dan memotong-motong tanaman. Metode ini sangat cocok untuk perkebunan teh muda. Pengendalian kimia melalui penggunaan herbisida tersebar luas di perkebunan teh. Kontrol kimia ini lebih menguntungkan karena alasan berikut: – Lebih sedikit pekerjaan yang terlibat – Menghindari kerusakan pada akar teh muda – Menurunkan biaya dalam waktu dekat.

Pemupukan

Pemupukan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan produksi. Dengan pemupukan tanaman, kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi. Dosis pupuk ditentukan berdasarkan analisa tanah dan tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan sesuai dengan ukuran serangan. Kontrol ini dapat dilakukan dengan cara mekanis dan cara kimia.

Proses Panen

Panen berlangsung tergantung pada cuaca, selama periode vegetasi tanaman baru dapat dipanen pada interval 7 – 12 hasil. Pemanen teh membutuhkan banyak energi dan kerja keras (antara dua ribu hingga tiga ribu daun teh untuk menghasilkan hanya 1 kilo teh yang belum diproses), dan proses yang digunakan membutuhkan keahlian khusus.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya teh semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: