15 Cara Budidaya Ubi Ungu yang Baik

BungaBunga.Co.Id – Ubi ungu(Ipomoea batatas L) atau ubi jalar adalah jenis umbi-umbian yang hidup dengan cara merambat atau menjalar pada permukaan tanah. Nama lain untuk ubi ungu adalah ubi jalar, muntul dan mantang. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan dan kemudian menyebar ke negara tropis termasuk Indonesia

Ubi ungu biasanya digunakan untuk berbagai makanan olahan seperti keripik, kolak, digoreng dan bahkan dibuat es krim. Bahkan di beberapa daerah seperti Papua, ubi ungu digunakan sebagai makanan pokok seperti nasi.

Budidaya-Ubi-Ungu
Budidaya Ubi Ungu

Cara Budidaya Ubi Ungu

Syarat Tumbuh

  1. Daerah tropis seperti Indonesia cocok untuk menanam ubi ungu.
  2. Ubi ungu membutuhkan intensitas sinar matahari penuh atau sekitar 10-12 jam sehari dan curah hujan antara 700-1500 mm per tahun.
  3. Sedangkan suhu ideal adalah antara 20-28 ° C
  4. Ubi ungu dapat tumbuh secara ideal di dataran rendah dan hingga 1000 m di atas permukaan laut. Hanya saja di dataran tinggi dengan iklim yang sejuk meski ubi ungu dapat tumbuh dengan baik waktu panennya lebih lama.
  5. Ubi ungu menyukai jenis tanah seperti tanah lempung berpasir, gembur dan kaya akan humus dengan pH ideal 5,5 – 7,0.

Persiapan Bibit

Bibit ubi ungu dapat dikerjakan dengan dua metode yaitu metode generatif yaitu melalui umbi dan vegetatif yaitu dengan cara penyetekan.

Cara Generatif

Perbanyakan metode ini dengan menanam umbi. Anda melakukan ini dengan memilih umbi berkualitas tinggi dan kemudian didiamkan di tempat yang lembab dan teduh sampai tunas keluar. Tunas-tunas yang keluar dari umbi dipotong dan siap untuk dipindahkan dan dibesarkan.

Cara Vegetatif dari Stek

Calon indukan diambil dari tanaman yang berumur di atas 2 bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Dengan cara :

Potong batang tanaman kira-kira sekitar 15-25 cm. Setidaknya ada dua ruas batang dalam setiap potongan. Potong beberapa daun untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan di tempat teduh selama seminggu.

Perbanyakan stek batang dengan terus-menerus akan mengurangi kualitas tanaman. Karena itu, perbanyakan melalui stek hanya disarankan untuk 3-5 generasi.

Pengolahan Lahan Tanam

Setelah kita mendapatkan benih ubi ungu, langkah selanjutnya adalah Pengolahan lahan tanam.

  • Lakukan pengolahan lahan Anda dengan membajak atau dicangkul sehingga tanah menjadi gembur.
  • Kemudian buatlah bedengan dengan bedengan setinggi sekitar 30 cm, lebar 45-50 cm dan jarak 50 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Semprotkan bedengan dengan dolomit jika pH tanah di bawah 5,5

Ubi ungu adalah tanaman yang dapat tumbuh di berbagai kondisi lahan dan tidak membutuhkan banyak nutrisi atau tidak membutuhkan banyak pupuk. Terutama pada sawah yang digunakan sebagai tanaman padi atau sebagai tanaman seperti cabai, tomat, semangka, dll.

Memberikan pupuk untuk kondisi tanah ini dapat mengurangi produksi ubi ungu karena tanaman menjadi terlalu subur dan tidak dapat membentuk umbi. Pemupukan hanya terjadi ketika kondisinya kurang subur atau tandus. Dan pupuk hanya digunakan dalam bentuk pupuk kandang.

Proses Penanaman

  • Anda bisa menanam ubi ungu dengan membenamkan 2/3 stek ke tanah.
  • Di dalam satu bedengan hanya terdapat dua baris tanaman.
  • Jarak antara tanaman dalam satu baris adalah sekitar 30 cm dan jarak antara baris adalah 40 cm.
  • Pada awal pertumbuhan ubi ungu ini Anda harus menjaga kelembaban dari tanah sebaagai media tanamnya.
  • Lakukan penyiraman pada tanaman stek yang baru Anda tanam setiap pagi dan sore.
  • Anda bisa berhenti menyiram setelah tanaman tumbuh, yang bisa dilihat dari munculnya daun baru.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiraman

Penyiraman tanaman ini sebenarnya jarang dilakukan karena tanaman ubi ungu tahan kekeringan. Jika tanahnya terlihat kering, barulah lakukan penyiraman secukupnya

Penyiangan

Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu atau ketika rumput telah tumbuh dan pembumbunan untuk menggemburkan tanah di sebelah batang tanaman dilakukan sekali. hal ini terjadi pada usia 1,5 bulan sehingga akar tanaman dapat berkembang biak.

Pembalikan Daun

Pembalikan daun dilakukan setiap 3 minggu sekali. Pembalikkan daun / jalar agar akar di ruas batang tidak berkembang dan hanya pokok / bakal yang menjadi buah yang berkembang yang akhirnya menjadi buah yang optimal.

Pemupukan

Pemupukan dimaksudkan untuk menggantikan unsur hara yang diangkut selama panen, meningkatkan kesuburan tanah dan memberikan unsur hara bagi tanaman.

Dosis pupuk yang benar harus didasarkan pada hasil analisis tanah atau tanaman di wilayah tersebut. Dosis pupuk umum yang direkomendasikan adalah 45-90 kg N / ha (100-200 kg urea / ha) ditambah 25 kg P2O5 / ha (50 kg TSP / ha) ditambah 50 kg K2O / ha (100 kg Cl / ha). ,

Pemupukan dapat dilakukan dengan sistem larikan (alur) dan sistem tugal. Pupuk dengan sistem larikan dengan menggambar garis kecil (alur) sepanjang sisir hingga 7-10 cm dari batang tanaman hingga kedalaman 5-7 cm dan kemudian sebarkan pupuk secara merata di sepanjang garis. Kemudian sebarkan pupuk secara merata ke dalam larikan sambil ditimbun dengan tanah.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama

Hama yang sering menyerang tanaman ubi ungu adalah Clyas foricarius, Nemotoda meloidogyne sp dan penggerek batang Omphisa anastomasalis.

Untuk mengendalikan hama ini adalah:

  • Penggunaan varietas lahan
  • Gunakan stek dari tanaman ubi ungu yang sehat
  • Beri Furadan 3G
  • Pengairan secukupnya pada ubi ungu dan rotasi tanaman
  • Penanaman tanaman secara tumpang sari

Penyakit

Penyakit yang sering menganggu ubi jalar ungu adalah skabies yang disebabkan oleh jamur Sphaceloma batatas

Pengendaliannya Adalah :

  • Memotong tanaman yang sakit dan bakar
  • Tanam ubi ungu dengan stek yang bebas penyakit
  • Lakukan rotasi tanaman dan perbanyak bibit
  • Tanaman varietas ubi jalar ungu yang tahan terhadap penyakit

Proses Panen

Umur panen sekitar 3,5 hingga 4 bulan. Saat panen, perhatikan cuaca saat itu. Hindari panen saat musim hujan deras karena akan membuat umbi membusuk.

Panen harus dilakukan maksimal 7 hari setelah awal hujan. Budidaya dianggap berhasil jika benih tanaman dapat menghasilkan setidaknya 1 kg ubi ungu dan jumlah total dapat mencapai lebih dari 25 ton per hektar dan untuk varietas tertentu bahkan 30-40 ton / hektar. Sortir dan simpan di dalam karung di tempat yang kering.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya ubi ungu semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya