13 Cara Menanam Cabe Rawit agar Berbuah Lebat

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Masyarakat indonesia tentu saja sudah sangat akrab dengan cabe rawit, karena cabe rawit adalah bahan makanan yang mudah ditemukan di sebagian besar hidangan khas nusantara. Bahkan bagi pecinta makanan pedas, masih ada sesuatu yang kurang ketika makan tanpa cabai rawit.

Cara-Menanam-Cabe-Rawit
Cara Menanam Cabe Rawit

Perlu Anda ketahui sebelumnya bahwa cabai rawit dengan nama latin Capsicum frutescens adalah sejenis cabai yang berasal dari Amerika dan telah menyebar ke seluruh dunia.

Seperti yang sudah Anda ketahui, cabai rawit dikenal karena rasanya yang pedas, menjadikannya favorit bagi pecinta kuliner pedas. Rasa yang sangat pedas menyembunyikan kandungan vitamin C cabai rawit yang sangat tinggi yang bahkan setara dengan buah jeruk yang tentu saja sangat baik untuk kesehatan.

Karena permintaan cabai rawit sebagai salah satu varietas cabai paling populer di pasaran selalu sangat tinggi, banyak orang akan tertarik untuk menanam cabai rawit. Kami akan memberi Anda panduan berikut tentang cara menanam cabai rawit sehingga panennya melimpah.

Cara Menanam Cabe Rawit

Syarat Tumbuh

Media yang akan kita diskusikan di sini adalah lahan besar. Tanah subur luas untuk budidaya cabai rawit dalam skala besar atau kecil. Ada beberapa kriteria lahan yang baik untuk tanaman cabai rawit diantaranya adalah:

  1. Cabai rawit tumbuh dengan baik dengan ketinggian tanah 500 – 2000 meter di atas permukaan laut.
  2. Suhu ideal untuk tanaman cabai rawit adalah antara 24 dan 27 derajat Celcius.
  3. pH tanah antara 5-7.

Pengolahan Lahan Tanam

Pengolahan lahan untuk penanaman cabai rawit, yang perlu dipersiapkan, adalah pencangkulan dan pembuatan gundukan tanah.

Tujuan utama dari pengolahan lahan untuk media tanam adalah untuk menggemburkan tanah sebelum penanaman. Jika tanah gembur, tanaman cabai rawit mudah tumbuh.

Penggemburan Tanah

Langkah pertama yang dilakukan adalah menggemburkan tanah terlebih dahulu. Dan dengan prinsip membalikkan tanah dari bawah ke atas. Dapat menggunakan cara tradisional menggunakan cangkul atau dengan traktor modern. Saat ini dimulai, traktor compact modern tersedia dengan harga terjangkau.

Setelah itu, buatlah gundukan atau lebih dikenal dengan sebutan bedengan untuk media tanam. Lebar bedengan berkisar dari 1 meter dengan jarak 50-80 cm. Jika Anda menggunakan mulsa plastik pastikan terdapat lubang tanam atau lubang untuk pupuk. Biasanya lubang tanam memiliki sistem zig-zag dengan jarak 50-60 cm.

Pengontrolan pH Tanah

Tanah yang terlalu asam tidak baik untuk menanam cabai rawit. Jika pH tanah terlalu asam, tambahkan cukup kapur alami untuk ditaburkan diatas bedengan.

Setelah ditaburkan dengan kapur pertanian periksa kembali pH tanah. Pengukur pH untuk tanah dapat digunakan untuk memeriksa pH tanah.

Pemberian Pupuk

Pupuk dasar dapat menggunakan dua jenis pupuk, yaitu pupuk kandang dan pupuk kimia. Ada dua cara untuk memberikan pupuk ini, yaitu mendistribusikannya secara merata di atas tumpukan tanah atau menyediakan lubang terpisah untuk pemberian pupuk.

Agar pupuk kandang lebih mudah sekarang ada banyak pupuk organik dalam kemasan. Lebih mudah diatur dan nutrisi yang dikandungnya juga maksimal.

Sementara pupuk kimia biasanya menggunakan bahan nitrogen rendah, ini adalah kombinasi fosfor dan KCL. Produk untuk pupuk kimia itu sendiri adalah misalnya SP36, KCL dan ZA dalam perbandingan 2: 1: 1.

Pemilihan Bibit Cabe Rawit

Saat memilih bibit cabai rawit, Anda perlu mempertimbangkan faktor-faktor berikut diantaranya:

  1. Ketinggian Tanah
  2. Cuaca
  3. Merek benih

Karena beberapa bibit cabai memiliki varietas yang berbeda. Biasanya setiap daerah memiliki jenis benih yang berbeda. Pilih varietas atau jenis benih yang sesuai dengan kondisi lahan Anda.

Persemaian Benih

Setelah Anda menemukan jenis benih yang tepat untuk ditanam, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan proses penyemaian. Benih cabai perlu disemai terlebih dahulu agar benih tumbuh menjadi bibit dalam beberapa hari.

Siapkan media atau tempat yang diisi tanah dan juga pupuk halus. Rasio antara tanah dan pupuk kandang adalah 4: 1.

Kemudian lahan tersebut akan diratakan dengan media yang disediakan. Benih-benih tersebut kemudian disebarkan atau ditanam di media sehingga mereka tumbuh menjadi kecambah.

Tunggu antara 3-4 minggu sampai benih siap ditanam dilahan. Biasanya, benih siap ditanam yang memiliki ketinggian 10-15 cm.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pemasangan Ajir

Agar tanaman cabai rawit tidak roboh karena akarnya rentan terhadap angin dan hujan. Oleh karena itu perlu untuk pemasangan ajir pada tanaman sehingga tanaman tidak mudah roboh dan dapat diperbaiki ketika ada gangguan dari luar seperti alam. Jika pemasangan ajir tertunda dikhawatirkan akan merusak akar dan menghambat pertumbuhan akar tanaman itu sendiri.

Perampelan

Lakukan perampelan tunas di bagian bawah tanaman cabai rawit. Ketika pucuk mulai tumbuh di bagian tangkai batang atau dari daun cabai, mereka harus dibuang dengan cara dirampel. Proses perampelan ini juga dilakukan pada posisi yang lebih rendah ketika 4-5 tunas telah tumbuh.

Penyiangan

Proses penyiangan adalah proses untuk membersihkan area yang digunakan oleh tanaman cabai rawit itu sendiri. Yang terbaik adalah memperhatikan gulma yang tumbuh di daerah tersebut untuk mengetahui kapan harus membersihkan gulma.

Pemupukan Susulan

Selain penyiangan, pemupukan adalah cara lain untuk lebih meningkatkan pertumbuhan cabai rawit itu sendiri. Pemupukan dapat dilakukan ketika umur tanaman cabai itu sendiri telah mencapai usia satu bulan sejak pengendalian gulma.

Setelah memanen cabai rawit yang tumbuh di tanaman, kita bisa melanjutkan pemupukan. Jenis pupuk yang digunakan bisa kompos atau pupuk organik cair. Jika kita menggunakan pupuk kompos kita dapat menyediakan kompos dalam dosis sekitar 500-700 gram untuk setiap tanaman di lahan atau jika kita ingin menggunakan pupuk organik cair, kita dapat memberikannya dalam dosis 100 ml untuk setiap tanaman di wilayah lahan.

Proses Pemanenan

Cabai rawit biasanya dapat dipanen ketika Anda mencapai usia 70-80 hari setelah tanam. Proses panen bisa dilakukan 2 kali seminggu.

Cabai rawit yang sudah tua atau siap dipetik. Bisa menggunakan gunting tanaman atau secara manual.

Setelah panen, cabai rawit biasanya disemprotkan secara teratur dengan insektisida dan fungisida.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam cabe rawit semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya