9 Cara Menanam Kentang dengan Baik

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Bertani adalah kegiatan yang banyak dilakukan orang Indonesia. Tak mengherankan memang mengingat bangsa ini juga dikenal sebagai negara agraris. Banyak sekali jenis komoditas yang biasanya ditanam oleh petani. Salah satunya adalah sayuran kentang.

Cara-Menanam-Kentang
Cara Menanam Kentang

Budidaya sayuran ini tampaknya tidak ada ruginya karena permintaan pasar untuk mereka cukup tinggi. Hal tersebut terasa masuk akal karena manfaat kentang sangat beragam dan juga mengandung nutrisi kompleks. Selain itu, menanam kentang tidak rumit dan mudah diikuti.

Cara Menanam Kentang

Syarat Tumbuh

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan jika Anda ingin menanam tanaman ini karena kentang tidak dapat tumbuh dengan baik di semua tempat, tetapi ada kondisi tertentu di mana tanaman kentang dapat tumbuh dengan baik. yaitu

  1. Tumbuh sempurna di dataran tinggi yaitu antara 1.600 dan 3.000 meter di atas permukaan laut.
  2. Kelembaban udara tinggi antara 80% dan 90%.
  3. Curah hujan yang baik untuk tanaman kentang adalah antara 1200 dan 1500 mm / tahun.
  4. Membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup setiap hari.
  5. Kentang dapat tumbuh dengan baik di tanah vulkanik dengan sedikit pasir.
  6. Tekstur tanah gembur, kaya akan nutrisi.
  7. Memiliki kadar air tanah yang cukup dan sistem drainase yang baik.
  8. PH netral tanah adalah antara 5 dan 6,5. Jika tanah terlalu asam pengapuran harus dilakukan. Sebaliknya belerang harus ditambahkan jika tanahnya terlalu basa.
  9. Suhu tanah berada di kisaran 15-20 derajat Celcius.

Dengan kata lain, tanaman kentang sebenarnya dapat tumbuh optimal di ketinggian (lebih dari 700 meter di atas permukaan laut).

Persiapan Bibit

Bibit kentang berupa umbi yang memiliki tunas dengan berat 30-60 g. Setidaknya ada dua jenis varietas kentang yang tersebar luas di Indonesia dengan produktivitas tinggi, yaitu varietas granola dan Atlantik. Selain tersedia di toko-toko pertanian dan balai pertanian, benih kentang sekarang juga tersedia secara online. Beberapa Pelapak (penjual online) juga menawarkan jaminan kualitas benih dalam bentuk sertifikat benih dari Pusat Pengawasan Sertifikat Benih (BPSB).

Benih kentang masih dibagi menurut keturunannya, dimulai dengan G0, G1, G2, G3 dan G4. Perlu diingat bahwa kentang yang dijual untuk konsumsi di pasar adalah hasil dari penanaman kentang yang berasal dari umbi-umbian dari keturunan terakhir atau G4. Jika Anda ingin menanam di kebun Anda dan mengonsumsi hasil panen, pilihlah bibit G4.

Persiapan Lahan Tanam

Tanah gembur dengan drainase yang baik adalah kunci utama untuk menanam kentang dengan hasil yang memuaskan. hal ini karena tanah yang keras menyebabkan umbi tidak tumbuh optimal. Untuk alasan ini, tanah harus terlebih dahulu diolah menggunakan bajak atau dicangkul agar menjadi gembur dan buatlah gundukan atau bedengan. Ukuran bedengan yang ideal sesuai dengan standar layanan pertanian memiliki lebar minimum 60 cm, tinggi bedengan 20 cm dan jarak antar bedengan 20 cm.

Tanaman kentang tidak suka tanah yang terlalu lembab. Oleh karena itu, pastikan ada drainase yang baik sehingga air tidak menggenang saat hujan, karena genangan air dapat menyebabkan kematian pada tanaman karena kurangnya oksigen yang diserap akar.

Proses Penanaman

Setelah lahan siap, langkah selanjutnya adalah menanam kentang. Berikut langkah-langkah yang tepat agar tanaman kentang Anda tumbuh dengan baik:

Buat saluran drainase di seluruh lahan dengan lebar kira-kira. 5-10 cm dan kedalaman 5-10 cm. Tujuannya adalah untuk menghindari banjir saat melakukan penyiraman.

  1. Siapkan benih kentang yang cocok untuk ditanam dan tidak cacat, dan setiap umbi memiliki setidaknya 2 tunas.
  2. Jika memiliki lebih dari 2 tunas, Anda dapat memotong dan menanam secara terpisah.
  3. Buatlah bedengan pada tanah lahan terlebih dahulu, jangan lupa buat lubang tanamnya.
  4. Berilah jarak sekitar 10-15 cm dengan kedalaman 2,5-5 cm di setiap lubang tanam.
  5. Tanamlah umbi kentang dan timbun kembali dengan tanah.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pemupukan

Cara menanam kentang untuk mendapatkan hasil panen maksimal Anda harus melakukannya dengan pemberian pupuk. Pupuk berkontribusi sangat baik untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman kentang.

Berikan pupuk setidaknya setiap 20 hari dengan memperhatikan beberapa dosis penting. Misalnya pengaturan pupuk KCL hingga 100 kg / jam, pupuk urea hingga 500 kg / jam dan lainnya. Anda dapat menambahkan pupuk untuk membuat area media tanam agar efektif.

Penyiangan

Jangan lupa memperhatikan area media tanam selain pemberian pupuk, yang merupakan hal wajib. Penyiangan di sini berarti kebersihan tempat atau lahan dari gulma dan tanaman pengganggu.

Jika ada banyak hama atau gulma Anda harus membersihkannya. Rumput liar dan hama jelas mengganggu produktivitas tanaman kentang dan jika tidak dikendalikan kualitas kentang dan hasil panen tidak akan optimal.

Pembersihan lahan tanam dapat dilakukan sebelum pemberian pupuk dilakukan.

Penyiraman

Tahapan cara menanam kentang yang tidak kalah pentingnya adalah tentang proses penyiraman. Tanaman sayuran ini membutuhkan kadar air yang cukup. Jika lahan tanam terlihat keringAnda harus melakukan penyiraman dengan banyak air.

Berhati-hatilah untuk tidak berlebihan karena jika Anda menyiramnya sampai tergenang tanaman akan membusuk dan gagal tumbuh. Sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan kondisi area media yang sedang tumbuh.

Proses Pemanenan

Hal ini adalah saat yang paling membahagiakan dan paling dinanti. Semua proses kelelahan yang disebutkan di atas terbayar penuh setelah panen tanaman kentang ini.

Kentang biasanya dapat dipanen pada usia 3 hingga 4 bulan. Namun, panen tidak dapat dipilih kapan saja. Cobalah dalam cuaca cerah karena kentang dapat rusak saat dipanen di tengah hujan.

Setelah dipanen, tinggalkan lahan selama beberapa hari sebelum memulai proses penanaman kembali.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam kentang semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya