11 Cara Menanam Sawi Putih Sampai Proses Panen

Posted on

BungaBunga.Co.Id – Sawi putih memang merupakan jenis sayuran yang umum dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, varietas sayuran ini adalah primadonanya sayuran. sawi putih digunakan tidak hanya sebagai bahan dasar dalam sayuran, tetapi juga bagi banyak orang yang mengolah sawi putih sebagai bahan dasar dalam makanan mereka. Terlepas dari kenyataan bahwa ada banyak penggemar menanam sawi putih dari mana sayuran dapat dibuat dengan mudah memiliki banyak keuntungan.

Menanam sawi putih umumnya cukup mudah, tetapi ada beberapa perawatan khusus yang perlu Anda pertimbangkan jika Anda ingin menanam sawi putih, karena salah satu manfaat sawi putih adalah dapat ditanam di lahan pertanian dapat juga dalam pot atau polybag. Dan agar lebih jelas, berikut cara menanam sawi putih:

Cara-Menanam-Sawi-Putih
Cara Menanam Sawi Putih

Cara Menanam Sawi Putih

Syarat Tumbuh

Sejumlah persyaratan harus diperhitungkan ketika menumbuhkan sawi putih yaitu kondisi iklim, kelembaban udara, curah hujan dan kondisi tanah. Iklim atau suhu yang cocok untuk budidaya sawi putih adalah antara 19 ° C dan 21 ° C, kelembaban udara antara 80% dan 90%, jumlah curah hujan antara 1000 dan 1500 mm per tahun dan kondisi tanah pada ketinggian 1000 m ,

Pemilihan Benih

Sawi putih atau petsai adalah sayuran yang dapat ditanam menggunakan metode generatif atau biji. Untuk mendapatkan benih ini, Anda dapat membelinya langsung dari toko pertanian yang tidak jauh dari tempat tinggal Anda. Tetapi untuk mendapatkan benih berkualitas baik ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Beberapa hal tersebut adalah:

  1. Anda perlu memastikan bahwa benih yang Anda terima sehat atau tidak terinfeksi penyakit,
  2. Benih yang Anda terima tidak dicampur dengan bibit tanaman lain,
  3. Penampilan bibit tanpa cacat atau rusak,
  4. Biji tidak keriput.

Jika Anda sudah memiliki benih yang memenuhi kriteria di atas, yang berikutnya adalah proses penyortiran benih. Biasanya, metode ini dilakukan sebelum proses penanaman dilakukan. Yang harus Anda lakukan adalah merendam bibit sawi putih di air hangat. Ciri-ciri benih berkualitas adalah benih nya tenggelam. Benih terapung menunjukkan bahwa benih tersebut sudah keriput sehingga tidak dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut.

Penyemaian

Sawi putih termasuk jenis sayuran yang dalam penanamannya memerlukan proses penyemaian. Ketika penyemaian, biasanya tanah, kompos dan sekam digunakan sebagai media tanam dengan perbandingan 2: 1: 1. Penyemaian adalah tahap yang sangat penting karena pertumbuhan sawi putih sangat ditentukan pada tahap ini. Jika proses penyemaian gagal, sangat mungkin bahwa sawi putih tidak akan tumbuh atau bahkan mati.

Dengan proses penyemaian ini Anda dapat menggunakan pot atau polybag sebagai wadah. Selain itu, banyak juga pembudidaya sawi putih menggunakan gelas bekas air minum kemasan yang bawahnya sudah dilubagi sebagai pengganti pot.

Yang perlu diperhatikan, bibit sawi putih tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Untuk alasan ini, bibit ditutup di beberapa tempat dengan daun terutama daun pisang sehingga tidak terkena sinar matahari langsung dan hujan.

Dan berikut adalah spesifikasi khusus lainnya yang harus dimiliki oleh tempat penyemaian agar benih sawi putih tumbuh secara maksimal:

  1. Area semai harus bebas dari tanaman yang mengganggu seperti gulma,
  2. Tempat persemaian harus bebas dari batu atau sisa tanaman lainnya,
  3. Tempat persemaian harus kering dan tidak ada genangan air,
  4. Tempat persemaian tidak jauh dari area lahan itu,
  5. Tempat persemaian harus dekat dengan tempat Anda tinggal untuk memudahkan proses pemantauan.

Anda dapat menempatkan 1-2 biji sekaligus dalam wadah pembibitan, sehingga jika benih mati bibit lainnyya akan tumbuh. Tanam benih dalam lubang sekitar 10 cm dan letakkan di tengah wadah. Lakukan penyiraman dua kali sehari sampai biji berkecambah dan singkirkan 3-4 daun sebelum akhirnya Anda bisa memindahkannya ke area yang lebih luas.

Persiapan Lahan Tanam

Ada dua tempat yang mungkin untuk pemindahan setelah biji sawi putih telah tumbuh. Dipindahkan ke lahan yang lebih luas atau dipindahkan ke dalam pot. Jika Anda ingin menanamnya di ladang yang lebih besar, Anda harus menyiapkan beberapa hal.

Persiapannya adalah:

  1. Usahakan lahan yang akan ditanam itu sudah gembur. Salah satunya adalah dengan menggali kedalaman 30 hingga 40 cm dan didiamkan selama seminggu. Selain dengan dicangkul, alat bantu traktor juga dapat digunakan untuk pengolahan tanah ini.
  2. Setelah didiamkan selama satu minggu, lahan berikutnya diolah lagi untuk mendapatkan tanah yang gembur.
  3. Setelah tanah gembur, langkah selanjutnya adalah membuat bedengan. Untuk mendukung pertumbuhan, bedengan yang dibuat harus memiliki lebar kira-kira 120 cm dan panjang kira-kira 40 cm. Panjang bedengan harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia.
  4. Selain bedengan, pembuatan tempat untuk aliran air juga sangat penting. Aliran air atau got ini biasanya berada diantara dua bedengan dengan lebar sekitar 40cm.
  5. Setelah bedengan siap, langkah selanjutnya adalah memberikan pupuk dasar. Pupuk dasar dapat menggunakan kompos atau pupuk organik untuk memperkaya nutrisi yang ada di tanah. Nutrisi adalah elemen penting yang harus dimiliki oleh media tanam, karena mereka berfungsi sebagai stimulan dan mineral yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan yang sehat.
  6. Proses pengolahan tanah ini biasanya dilakukan lebih dari 1 minggu sebelum bibit dipindahkan dari tempat persemaian. Untuk itu ada baiknya proses pengolahan tanah ini dilakukan setelah anda menanam bibit di tempat penyemaian sehingga ketika bibit sudah siap dipindahkan, area lahan tanam sudah siap digunakan.

Proses penanaman

Setelah wadah penanaman disiapkan, tahap selanjutnya adalah tahap penanaman. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Seperti:

  1. Sawi putih adalah jenis sayuran yang tumbuh optimal di iklim yang sejuk. Kisaran iklim adalah 190C-210C. Itulah sebabnya sawi putih sering ditanam di dataran tinggi.
  2. Air yang menggenang akan menjadikan pertumbuhan dari sawi putih tidak maksimal.
  3. Atur jarak antara tanaman yang akan ditanam. Jangan terlalu dekat atau terlalu jauh.

Ada juga beberapa cara menanam sawi putih:

  1. Buat lubang di media pertumbuhan. Jika Anda menanamnya di area lahan, buat lubang di bedengan dan jika Anda menanamnya di pot, buat lubang di pot,
  2. Lepaskan sawi putih dari media penyemaian, tetapi tidak dengan menariknya. Pilihan yang baik, jika Anda menggunakan polybag, adalah merobek plastik dan memastikan tekstur tanah tidak hancur.
  3. Masukkan tanah dan tanaman sawi putih yang berasal dari seluruh polybag ke dalam lubang yang disiapkan sebelumnya.
  4. Jika bibit sudah dimasukkan timbun dengan tanah secara perlahan dan ditekan-tekan secara perlahan.
  5. Siram tanaman yang sudah ditanam 2 kali dalam satu hari. Baik pagi ataupun sore hari untuk menjaga kelembapan tanah.

Perawatan dan Pemeliharaan

Ada beberapa cara untuk merawat tanaman sawi putih untuk memaksimalkan pertumbuhan sawi putih. Perawatannya adalah:

Pemupukan

Pemupukan dilakukan dua kali. Baik di awal penanaman atau sebagai pupuk dasar dan saat tanaman sudah besar atau pemberian pupuk susulan. Jenis pupuk yang digunakan sebagai pupuk tambahan dapat berupa pupuk organik atau pupuk kimia. Fungsi dari pupuk tambahan ini adalah untuk menjaga kandungan nutrisi tanah agar tanaman sawi putih Anda tidak kekurangan nutrisi.

Penyulaman

Penyulaman dilakukan beberapa saat setelah bibit sawi putih dipindah tanamkan atau sekitar 1-2 minggu setelah tanam. Penyulaman yang dimaksud adalah mengganti sawi putih yang mati dengan sawi yang baru dipindahkan dari tempat penyemaian.

Penyiangan

Penyiangan adalah salah satu kegiatan paling umum dalam perawatan tanaman. Yakni membersihkan gulma atau tanaman liar yang ada di sekitar tanaman sawi putih. Gulma adalah salah satu hal yang selalu muncul terutama di musim hujan dan bisa menjadi tempat di mana hama bisa bersembunyi.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Salah satu hama yang menyerang sawi putih adalah ulat dan ada dua cara untuk mengatasi masalah ini. Manual dan kimia. Metode manual dapat dilakukan dengan langsung mencabut ulat dan kemudian memusnahkannya. Dan cara kimianya adalah dengan menyemprotkan insektisida atau pestisida.

Meskipun ini dapat dilakukan dengan dua cara, cara pertama adalah cara yang aman menuju kesehatan. hal ini karena cara kedua Anda menambahkan racun kimia ke tanaman sawi putih Anda sehingga sawi putih terkena bahan kimia dan tidak sehat ketika dikonsumsi untuk waktu yang lama.

Proses Panen

Panen biasanya didasarkan pada usia sawi putih yang telah matang sekitar 50-60 hari setelah tanam. Cara panennya cukup mudah. Anda hanya perlu menariknya keluar dari media yang sedang tumbuh.

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam sawi putih semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya