6 Cara Budidaya Bawang Putih di Indonesia

Posted on

Budidaya Bawang Putih – Bawang putih (Allium sativum) merupakan tanaman paling umum digunakan di antara berbagai bumbu dapur. Bawang putih termasuk dalam keluarga Liiliaceae, yang juga memainkan peran penting dalam rempah-rempah dan mempengaruhi cita rasa masakan.

Dengan tambahan bawang pada masakan menjadi lebih enak dan lebih lezat. Kacang goreng adalah hidangan dengan campurn bawang putih yang paling beraroma.

Budidaya-Bawang-Putih
Budidaya Bawang Putih

Bawang putih tidak hanya memiliki efek positif pada kesehatan Anda, tetapi juga digunakan sebagai bumbu utama di hampir semua hidangan.

Satu atau dua siung bawang putih cukup untuk menyiapkan menu capcay panggang yang lezat. Mengingat berharga nya bawang putih, maka tidak mengherankan bahwa bawang putih menjadi komuditas sayuran yang penting.

Berikut Adalah budidaya bawang putih

Syarat Tumbuh

Di Indonesia, bawang putih paling cocok untuk budidaya di dataran tinggi, yaitu sekitar 700 hingga 1000 meter di atas permukaan laut. Pembentukan umbi membutuhkan suhu malam yang cukup dingin.

Namun, ada varietas yang tumbuh di dataran hingga tingkat menengah pada ketinggian 200-700 m di atas permukaan laut. bisa ditanam. Di antara varietas-varietas ini adalah lumbung putih, jati barang, bagor, sanur, dll.

Pemilihan Bibit

Anda bisa menggunakan siung bawang putih yang dibeli di pasar sebagai benih. Namun sayangnya kita tidak bisa tahu dari mana asal bawang putih itu. Sangat penting untuk mengetahui asal bawang putih untuk menentukan apakah jenis bibit bawang putih cocok ditanam di tempat yang kita inginkan.

Lebih baik membeli benih dari bisnis tanaman yang menjual bawang putih dan Anda dapat memilih yang sesuai dengan tempat tinggal Anda. Saat Anda berbelanja langsung di toko, Anda dapat memilih sendiri kondisi benih dan melihat apakah benih tersebut baik atau tidak. Bawang putih juga memiliki beragam varietas, ada bawang putih yang bisa ditanam di cuaca dingin atau kering.

Mengapa tidak disarankan menggunakan siung bawang putih yang Anda beli di pasaran.

  1. Terkadang bawang putih yang dijual di pasaran berasal dari jauh, sehingga tidak dapat dipastikan bahwa itu cocok untuk budidaya di lokasi Anda.
  2. Bahan kimia digunakan untuk membuat bawang putih bertahan lebih lama. Bawang putih yang diawetkan lebih sulit untuk tumbuh dibandingkan dengan bawang putih yang tidak diawetkan.

Pengolahan Lahan

Matahari adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan bawang putih. Carilah tempat di mana matahari bersinar dan memiliki sistem irigasi yang baik. Gali tanah hingga 10 cm. Lalu taburi lubang dengan kompos untuk menambah nutrisi sehingga bawang putih tumbuh kuat dan sehat.

Bawang putih menyukai tanah dengan struktur tanah lempung berpasir dan struktur tanah gembur dengan pH 5,5-7. Di tanah ini, tanaman bawang putih ditanam. Bersihkan tanah dengan membajak sisa-sisa tanaman yang ada di atau di permukaan tanah pada kedalaman 20 hingga 30 cm.

Pembajakan dilakukan 2-3 kali dalam seminggu. Kemudian, dibuat pembatas dengan tinggi 20-50 cm dan lebar 60-150 cm. Panjang pembatas bisa disesuaikan tergantung lahan.

Buat parit di antara batas untuk irigasi air dengan lebar 30-40 cm. Kedalaman parit itu sendiri tergantung pada musim. Di musim hujan, misalnya, parit dibuat lebih dalam.

Penanaman Benih

Ketika menanam umbi benih digunakan, yang harus memiliki ukuran seragam. Bawang ditanam hingga kedalaman 2-3 cm. Jaraknya bisa disesuaikan dengan ukuran siung yang digunakan. Misalnya, jika bobot siung lebih berat dari 1,5 gram, jaraknya 20 cm x 20 cm.

Untuk jumlah bibit, dengan bobot siung 3 gram, 1 hektar membutuhkan lahan sekitar 1.600 kg. Tetapi jika berat 1 gram siung dibutuhkan, 670 kg. Berikut ini adalah prosedur yang benar untuk menanam bawang putih.

  1. Ambil satu siung bawang putih, biarkan kulitnya utuh.
  2. Tanam siung bawang putih dengan jarak 4 cm dan dalam 2 cm.
  3. Cobalah untuk mengarahkan akar ke bawah dan angkat ke atas agar bawang putih tidak tumbuh ke arah yang salah.
  4. Kemudian tutupi siung bawang putih dengan tanah yang telah diberi pupuk dan tepuk ringan.

Jika berat siung kurang dari 1,5 gram, jaraknya berukuran 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 10 cm.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penjarangan

Penjarangan bertujuan agar memudahkan proses perawatan dan proses panen dari tanaman bawang putih, selain itu penjarangan bertujuan agar tanaman tidak saling berbelit dan berebut nutrisi dalam tanah.

Penyulaman

Bawang yang ditanam terkadang tidak tumbuh karena kesalahan teknis dalam penanaman atau karena faktor benih. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa ada tanaman di satu bidang yang tidak tumbuh sama sekali, beberapa di antaranya tumbuh dan kemudian mati dan yang lain tidak tumbuh sempurna. Jika keadaan ini dibiarkan, produksi yang diinginkan tidak tercapai

Oleh karena itu, untuk mencapai pertumbuhan yang merata, satu minggu setelah penanaman, bibit yang tidak tumbuh ditanam kembali, atau pertumbuhannya terlihat tidak sempurna. Benih sisa biasanya disiapkan untuk Penyualaman, biasanya bibit sisa ditanam di sekitar media tanam atau disiapkan di lokasi khusus. Penyiapan benih cadangan ini dilakukan sehubungan dengan penanaman tanaman pokok

Penyiangan

Saat menanam bawang putih penyiangan dan penggemburan dilakukan dua kali atau lebih. hal ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan selama musim tanam. Penyiangan dan penggemburan terjadi pertama kali, ketika tanaman berumur 3 sampai 2 minggu setelah tanam

Penyiangan berikutnya terjadi pada usia 4-5 minggu setelah tanam. Jika gulma masih bisa tumbuh, harus dihilangkan lagi. Ketika bawang mulai terbentuk, penyiangan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan umbi baru.

Pembubunan

Saat menanam bawang putih, Anda membutuhkan Pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan di tepi bedengan yang sering menyebabkan tanah longsor saat disiram.

Pembubunan harus menghilangkan tanah dari talang / selokan di sekitar bedengan untuk membuat bedengan lebih tinggi dan parit lebih dalam sehingga drainase menjadi normal kembali. P

embubunan juga berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang muncul di permukaan tanah, sehingga tanaman berdiri kuat dan ukuran umbi yang dihasilkan bisa lebih besar.

Proses Panen Bawang Putih

Saat memanen bawang putih, ada perubahan pada tanaman yang menguning dan mulai mati. Biasanya ini terjadi pada bulan Juli atau Agustus. Jangan terlalu lama memanen bawang putih, karena umbinya akan menyusut dan menghasilkan rasa yang tidak enak.

Tapi jangan terlalu cepat, karena tidak bisa diawetkan. Kemudian, waktu panen tanaman bawang putih tergantung pada varietas, tetapi waktu rata-rata yang diperlukan dari awal pertumbuhan hingga panen adalah sekitar 90-120 hari.

Ciri-ciri bawang putih siap panen adalah:

  1. Warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan terlihat layu. Pemupukan, penyiraman dan penyemprotan harus dihentikan sebelum panen.
  2. Cara memanen bawang putih dengan menarik tanaman di cuaca cerah dengan tangan Anda.
  3. Setelah memanen umbi, panen diikat 20-30 gumpalan per tandan. Umbi ini kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sampai tangkainya kering. Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 hari.

Untuk memanen bawang putih, angkat umbi dari tanah tanpa merusaknya, gunakan sekop untuk menggali di sekitar bawang putih dan cobalah untuk tidak merusak umbi. buang tanah yang menempel dan tinggalkan tangkai bawang putih di umbi.

Demikianlah Pembahasan tentang budidaya bawang putih semoga dapat bermanfaat untuk anda

Baca Juga Artikel Lainnya