14 Cara Budidaya Nanas Agar Cepat Berbuah

Posted on

Budidaya Nanas – Tentu Anda sudah tidak asing lagi tentang nanas? Buah-buahan dengan karakteristik daun panjang dan berduri, kulit bersisik serta mahkota berada diatasnya adalah jenis buah tropis yang sering digunakan sebagai bahan dalam berbagai olahan makanan seperti selai, campuran koktail atau es krim buah serta buah kaleng.

Buah dengan daging berwarna kuning dan rasa asam manis sebenarnya berasal dari daratan Brasil. Di Indonesia, buah nanas pada awalnya hanya disebut sebagai tanaman pekarangan.

Budidaya-Nanas
Budidaya Nanas

Namun seiring waktu, tanaman ini kemudian dibudidayakan baik dalam skala kecil oleh masyarakat maupun dalam skala besar oleh perusahaan. Salah satu pusat pertumbuhan nanas di Indonesia terletak di wilayah Humas Jaya, Lampung Tengah, Lampung.

Cara Budidaya Nanas

Syarat Tumbuh

Nanas adalah tanaman tropis yang mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah dan cuaca. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah kering dan lembab dengan curah hujan sedang atau ringan.

Tanaman nanas dapat tumbuh subur pada suhu antara 23 dan 32 ° C dan intensitas matahari antara 33 dan 72%.

Meskipun nanas tumbuh dengan mudah dalam berbagai kondisi pertanian, tanaman nanas yang paling ideal ditanam di tanah dengan pH 5 hingga 6.

Selain itu, agar pertumbuhan nanas dapat optimal sebaiknya lahan yang akan digunakan sebagai tembat budidaya harus gembur dan mengandung banyak unsur hara.

Pembibitan Nanas

Sebelum menanam nanas, Bibitnya harus disiapkan terlebih dahulu. Pembibitan pohon nanas dapat dioperasikan dengan dua cara: vegetatif (stek atau pucuk) dan generatif (kawin). Namun, dalam artikel ini, kami fokus pada teknik pembibitan dengan cara vegetatif, karena lebih mudah dan mengarah pada panen yang lebih cepat. Pembibitan vegetatif dapat dilakukan dengan tunas batang atau stek.

Penyemaian dengan tunas batang

  1. Pilih tanaman induk yang berbuah atau sudah panen
  2. Pilih tunas batang berukuran 30-35 cm
  3. Setelah mendapatkan tunas yang baik, potong bagian daun dekat pangkal. Tujuannya adalah untuk mengurangi terjadinya penguapan dan untuk memudahkan proses pemindahan benih
  4. Siapkan media pembibitan dalam bentuk campuran tanah, pasir dan pupuk kandang
  5. Anda dapat meletakkan media pembibitan di dalam polibag atau menempatkan bedengan ditanah
  6. Selanjutnya, mulai semai bibit sampai siap dibawa ke area penanaman

Penyemaian dengan stek

  1. Potong batang nanas yang sudah dipanen sepanjang 2,5 cm
  2. Potong tangkai menjadi 4 bagian yang sama dan pastikan setiap bagian memiliki tunas
  3. Siapkan media semai dalam bentuk campuran tanah, pasir dan pupuk kandang.
  4. Anda bisa meletakkan media semai dalam polybag atau dibuat bedengan semai di tanah
  5. Tanam potongan stek ke dalam media sampai usia 3-5 bulan atau memiliki ukuran 25-35 cm
  6. Lakukan penyiraman selama masa penyemaian secara teratur

Persiapan Lahan

Persiapan tanah bisa dilakukan pada awal musim hujan bersamaan dengan penyemaian. Hal ini dimaksudkan agar proses penyemaian dan pemeliharaan dapat diselesaikan secara bersamaan. Proses persiapan lahan dilakukan dengan menggemburkan, membalik posisi tanah dan membuat sirkulasi udara ke tanah dengan mencangkul atau membajak. Persiapan lahan tanam dilakukan dengan menyiapkan dua hal berikut:

Bedengan

Pembentukan bedengan ini dipilih untuk melancarkan sistem drainase. Bedeng ini dibuat bersamaan dengan pengelolaan lahan dan memiliki lebar sekitar 80-120 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak antara bedengan 90-150 cm.

Pengapuran

Persyaratan untuk budidaya tanaman nanas memiliki pH tanah antara 4,5 dan 5,5. Untuk menyeimbangkan pH tanah Pengapuran dapat dilakukan. Proses pengapuran dilakukan dengan kalsit, zeagro, dolomit dan komponen kapur pertanian lainnya dalam dosis yang disesuaikan dengan pH tanah.

Penanaman

Saat lahan tanam dan bibit sudah siap, selanjutnya adalah penanaman. Tahap penanaman ini baik jika langkah-langkah berikut diambil pada awal musim hujan:

  1. Buat lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm sesuai dengan jarak tanam antara 40 x 60 cm atau 60 x 80 cm.
  2. Menanam benih membutuhkan waktu hingga 3-5 cm di pangkal batang yang bisa dikubur di tanah.
  3. Pemindahan dan menanam bibit nanas ke setiap lubang tanam untuk setiap lubang tanam.
  4. Padatkan kembali tanah di sekitar pangkal bibit agar tanaman tidak mudah roboh dan bersentuhan langsung dengan air tanah.
  5. Siramlah sampai tanah basah dan lembab.

Pemeliharaan dan Perawatan

Pemeliharaan tanaman nanas melibatkan beberapa hal, antara lain:

Penyiraman

Meskipun tanaman nanas sangat tahan terhadap cuaca panas, proses penyiraman diperlukan untuk mengoptimalkan hasil pemupukan. Siram dua kali sehari, pagi dan sore, selama dua minggu untuk merangsang Perbungaan dan pembuahan.

Penyulaman

Penyulaman atau penggantian tanaman mati dengan tanaman baru terjadi ketika tanaman baru ditemukan yang tidak tumbuh atau terserang hama dan penyakit. Penyulaman dapat dilakukan selambat-lambatnya satu bulan setelah penanaman.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk mengantisipasi gulma yang dapat menyebabkan hama dan penyakit. Penyiangan dapat dilakukan secara rutin untuk menyesuaikan tingkat pertumbuhan gulma di sekitar tanaman.

penggemburan

penggemburan dan penumpukan tanah dilakukan dengan tujuan memperbaiki dan memelihara struktur tanah dan menjaga tanaman tetap kokoh dan tidak keluar dari permukaan tanah. Proses ini dapat dilakukan dengan menggemburkan tanah di sekitar bedengan dan menyiramkannya ke pangkal batang nanas untuk membentuk bendungan.

Pemupukan

Budidaya nanas dapat dilakukan dua kali, ketika usia tanam mencapai 2-3 bulan dan dilanjutkan pada tingkat 3-4 bulan, sampai tanaman berbunga dan berbuah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk yang mengandung nitrogen, kalium, fosfor dan zat gizi mikro.

Anda dapat menggunakan pupuk urea 100 kg, pupuk SP-36 150 kg dan 100 kg KCL per hektar area tanam. Setelah pencampuran, pemberian pupuk dapat dilakukan dengan mencelupkan pupuk ke dalam parit atau dengan menyemprotkan pupuk cair pada daun tanaman.

Pemberantasan Hama dan Penyakit

Mengingat masalah hama dan penyakit yang sangat kompleks pada tanaman nanas, pengetahuan yang cukup tentang pengendalian hama dan penyakit yang baik dan aman harus tersedia. Untuk memerangi berbagai jenis hama dan penyakit, Anda dapat menyemprot tanaman dengan insektisida dan merendam dasar benih dalam larutan fungisida sebelum menanam untuk mencegah busuk akar.

Pemanenan

Budidaya nanas dengan metode vegetatif lebih cepat daripada budidaya dengan metode generatif. Tanaman yang berasal dari tunas batang dapat dipanen pada usia 18 tahun sejak penanaman, sedangkan tanaman yang dikembangkan dengan tunas dapat dipanen pada usia 12 bulan setelah tanam. Hal ini berbeda dengan proses penanaman buah nanas, yang sifatnya generatif dan hanya bisa ditanam pada usia 2 tahun dari saat penanaman.

Proses panen ini harus dilakukan dengan cara yang benar dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam dan steril. Selain itu, kondisi buah harus dijaga agar tidak rusak. Proses panen juga harus dilakukan dengan hati-hati. Waktu panen adalah tiga kali, yaitu 25% pada periode pertama, 50% pada periode kedua dan 25% pada periode ketiga.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya nanas semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: