Daun Kentang : Klasifikasi, Karakteristik, Kandungan Kimia dan Morfologi

Posted on

Daun Kentang – Tanaman kentang adalah salah satu umbi yang terkandung dalam tanaman berumur pendek. Tanaman kentang ini tumbuh dengan cara menyebar dan memiliki batang persegi panjang.

Kentang ini pertama kali berasal dari Eropa yang menyebar sekitar abad ke-17 atau ke-18 di berbagai negara dan wilayah, khususnya Indonesia. Tanaman ini juga merupakan tanaman yang panen hanya 80-90 hari dalam satu musim.

Daun-Kentang
Daun Kentang

Namun secara umum, tanaman ini memiliki karakteristik batang dan hijau kemerahan hingga ungu. Sementara bagian umbi ini berasal dari cabang yang menembus ke dalam media tanah, penyimpanan karbohidrat terbentuk dari waktu ke waktu, sehingga menjadi bulat atau membengkak.

Klasifikasi Daun Kentang

  1. Kingdom : Plantae
  2. Divisi : Spermatophyta
  3. Kelas : Dicotyledonae
  4. Famili : Solanaceae
  5. Genus : Solanum
  6. Spesies : Solanum tuberosum L.

Karakteristik Tanaman Kentang

  1. Tumbuh Dengan Menjalar
  2. Berkembang Biak dengan umbi langsung atau tidak langsung
  3. Termasuk dalam umbi-umbian
  4. Kentang berbentuk bulat dan berwarna putih kecoklatan hingga kekuningan
  5. Kulit umbinya sangat tipis dan umbinya juga sangat keras
  6. Umbi berada di bagian pangkalan bawah tanah

Kandungan Kimia Tanaman Kentang

Energi kal85 kal
Air77,8 g
Protein2,0 g
Lemak0,1 g
Karbohidrat19,1 g
Mineral1,0 g
Kalsium11 mg
Fosfor56 mg
Besi0,7 mg
Thiamin0,11 mg
Asam askorbat17 Mg

Morfologi Daun Tanaman Kentang

Morfologi Daun Kentang

Tanaman kentang umumnya memiliki daun rimbun berbentuk oval dan meruncing, dan daun tulangnya menyirip. Daun adalah dapur untuk tanaman di mana daun memiliki fungsi sebagai tempat pengolahan makanan melalui fotosintesis.

Warna daun kentang, yang hijau muda hingga hijau tua, ada yang bahkan abu-abu. Sementara bagian bawah daun kentang berbulu.

Morfologi batang kentang

Kentang memiliki batang persegi empat atau persegi lima dengan tekstur yang cukup keras dan pigmen berpigmen hijau tua. Batang tanaman ini memiliki diameter kecil dengan panjang sekitar 50-120 cm.

Tanaman kentang memiliki jenis batang, yang terbagi menjadi tiga, yaitu tegak, menyebar dan menjalar. Pada batang tanaman kentang ada sebuah rongga dan tidak berkayu. Hanya tanaman kentang tua di batang bawah yang bisa menjadi kayu.

Fungsi batang adalah untuk mengangkut nutrisi yang berasal dari akar ke daun. Batang juga bertindak sebagai rute transportasi untuk fotosintesis daun ke semua bagian tanaman.

Morfologi Bunga Tanaman Kentang

Bunga kentang sangat kecil berwarna merah, ungu atau putih. Bunga kentang menghasilkan buah berwarna hijau atau berwarna hijau keputihan yang berlendir dan mengandung biji.

Bunga kentang mengandung solonim, yang merupakan senyawa dengan kandungan racun tinggi, oleh karena itu bunga kentang tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Morfologi Akar Kentang

Akar tanaman kentang menjalar, berukuran kecil dan halus. Akar tanaman ini memiliki warna putih terang dan dapat menembus hingga kedalaman 45 cm di dalam tanah. Secara umum, akar kentang menembus pada kedalaman 25 cm dan menumpuk di sana.

Fungsi akar adalah untuk mendukung dan memperkuat berdirinya tanaman di tempat hidup mereka dan untuk menyerap air dan nutrisi di tanah.

Tanaman kentang, yang diproduksi oleh perbanyakan vegetatif, menghasilkan akar yang kurang kuat dibandingkan dengan perbanyakan generatif. Ini karena perbanyakan vegetatif tidak menghasilkan akar tunggang.

Morfologi Umbi Tanaman kentang

Umbi kentang adalah satu-satunya bagian dari tanaman yang dapat dikonsumsi. Umbi kentang memiliki kulit yang tipis.

Ketebalan kulit kentang dipengaruhi oleh varietas dan kondisi lingkungan. Umbi adalah organ tanaman yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk karena perubahan fungsional.

Baca Juga Artikel Lainnya

Related posts: