12 Cara Budidaya Labu Kuning agar Cepat Berbuah

Posted on

Budidaya Labu Kuning – Tanaman labu kuning atau tanaman waluh(Cucurbita moschata Durch.) Merupakan tanaman pangan alternatif yang sangat mudah dibudidayakan. Tanaman labu kuning dapat tumbuh dengan baik di berbagai kondisi lahan dan iklim.

Budidaya-Labu-Kuning
Budidaya Labu Kuning

Tanaman labu kuning ini dapat terus tumbuh tanpa pemupukan dan menghasilkan buah dan tidak menderita kekeringan parah. Selain itu, tanaman labu kuning juga tahan terhadap hama dan penyakit. berikut adalah tahapan dalam budidaya labu kuning.

Cara Budidaya Labu Kuning

Syarat Tumbuh

  1. Labu kuning atau waluh adalah tanaman yang dapat tumbuh di bawah kondisi lahan yang berbeda. Namun, tanaman ini paling baik ditanam di daerah dengan ketinggian sekitar 800-1200 m di atas permukaan laut, curah hujan sekitar 700-1000 mm / tahun dan kelembaban sekitar 75%.
  2. Jenis tanah terbaik untuk menumbuhkan labu kuning atau waluh adalah tanah aluvial humus, tanah kering gembur, bekas rawa, andosol, tanah merah dan grumosol. Dan tingkat keasaman tanah atau PH sekitar 5.0-6.5.

Pembibitan Labu Kuning

Umumnya penanaman labu kuning menggunakan metode generatif atau biji. Sebelum menanam, pastikan benih yang Anda gunakan memiliki kualitas terbaik. Berikut Cara mendapatkan benih berkualitas baik:

  1. Untuk calon bibit, pilihlah buah yang baik yaitu yang berukuran besar, memiliki warna kulit cerah dan memiliki pangkal buah yang kecil.
  2. Setelah Anda mendapatkan buah yang baik, biarkan buah masak di pohon.
  3. Setelah buah masak, kemudian buah dipetik dan disimpan selama 7 hari.
  4. Kemudian potong buah secara melintang untuk mengambil bijinya
  5. Cuci biji secara menyeluruh dan biarkan kering di bawah sinar matahari selama 3-4 hari
  6. Setelah pengeringan, biji sudah dapat ditanam atau disimpan
  7. Jika Anda ingin menyimpan bijinya, bungkus dengan kertas atau aluminium foil dan ikat dengan erat.
  8. Benih yang dibungkus ditempatkan dalam toples dan kemudian diberi arang atau abu.

Persiapan Lahan

Langkah selanjutnya dalam penanaman labu kuning adalah mempersiapkan lahan tanam. Labu kuning adalah sejenis tanaman yang membutuhkan banyak ruang untuk tumbuh. Oleh karena itu, labu kuning ditanam lebih sering di tanah daripada di pot. Hal ini karena salah satu karakteristik pohon labu kuning menjalar atau merambat sehingga luas lahan sangat mempengaruhi pertumbuhan labu kuning.

Sebelum Anda menanam labu di lahan, Anda harus membuat beberapa persiapan. yaitu:

  1. Pastikan area tersebut bersih dari gulma atau tanaman pengganggu. Gulma atau tanaman liar dapat dipotong secara manual atau dengan bantuan pemotong rumput. Pastikan juga bahwa rumput atau tanaman yang dipotong dibakar sampai akhir. Tumpukan rumput yang membusuk Dikhawatirkan akan menjadi sumber penyakit atau hama bagi tanaman Anda.
  2. Pastikan lahan tersebut tidak hanya bebas dari tanaman liar atau gulma, tetapi juga bebas dari batu besar.
  3. Tidak terdapat pohon atau bangunan besar yang bisa menghalangi labu kuning dari sinar matahari.
  4. Lahan tersebut memiliki tanah yang gembur, sehingga penyerapan air tanahnya bagus. Pohon labu kuning membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh. Namun jika daya serap tanah terhadap air kurang dan menjadikan air menggenang, dikhawatirkan pertumbuhan labu akan terhambat dan terganggu.
  5. Jika tanah telah digemburkan dengan cangkul atau traktor, pada langkah selanjutnya bedengan harus dibuat sebagai media tanam labu kuning. Lebar bedengan biasanya sekitar 1 m dengan ketinggian maksimum 30 cm. Mengenai panjang bedengan Anda dapat menyesuaikan lebar lahan yang ada.
  6. Jika lahan yang Anda siapkan cukup besar, Anda dapat membuat lebih dari satu bedengan di sebelah satu sama lain. Anda bisa membuat ruang antara bedengan sekitar 40 cm, yang nantinya akan digunakan sebagai tempat aliran air di tengah hujan.
  7. Buat lubang tanam dengan diameter 10 cm saat bedengan sudah siap. Dengan lebar 1 m Anda bisa membuat 2 lubang, setiap lubang memiliki jarak sekitar 40 cm.
  8. Berikan pupuk sebagai pupuk dasar di setiap lubang.

Penanaman Labu Kuning

Menanam labu kuning sebenarnya cukup mudah, berikut langkah-langkahnya:

  1. Bersihkan tanah dari gulma atau tanaman liar.
  2. Buat lubang tanam dengan diameter sekitar 25 cm dan kedalaman 20 cm.
  3. Tambahkan kompos atau pupuk kandang yang telah dimasak hingga 5 kg per lubang ke dalam lubang tanam.
  4. Campur pupuk bersama-sama dengan tanah dari lubang tanam bekas dan diamkan selama satu minggu,
  5. Setelah satu minggu, tanam benih labu kuning dalam 2 lubang benih per lubang.
  6. Untuk mencegah serangan siput atau cacing, Anda bisa menaburkan abu sekam ke lubang tanam. Anda bisa menaburkan abu sekam sampai pertumbuhan tanaman mencapai ketinggian 25 cm.

Perawatan dan Pemeliharaan

Cara menanam labu kuning sebenarnya tidak terlalu sulit dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan dengan perawatan yang benar-benar tidak memiliki prioritas. Namun, jika Anda ingin mencapai kualitas tinggi dan hasil maksimal, Anda perlu merawat tanaman labu kuning dengan berbagai cara.

Penyiraman

Sebaiknya dilakukan penyiraman dengan rutin pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan secukupnya saja yang membuat lahan tanam menjadi lembab dan tidak menggenangi lahan tanam.

Pemupukan

Tanaman labu kuning tidak hanya diberi pupuk dasar tetapi juga pupuk susulan. Salah satu pemberian pupuk susulan adalah pupuk kandang yang merupakan pupuk organik. Pemupukan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 bulan sejak saat penanaman benih.

Pemupukan lebih lanjut biasanya dilakukan dengan melarutkan pupuk organik dan air dalam perbandingan pupuk kandang 1: 1 atau 1 kg dengan 1 liter air. Namun, larutan pupuk kandang tidak dapat digunakan secara langsung karena harus melalui proses fermentasi terlebih dahulu. Proses fermentasi biasanya dilakukan satu minggu sebelum aplikasi pupuk. Dalam prosesnya, larutan pupuk organik disemprotkan ke lubang tanam dan beberapa bagian pohon labu kuning dengan skala 1 liter untuk 1 m 2.

Penyulaman

Benih labu kuning termasuk benih yang tumbuh cepat. Secara umum, benih berkecambah 7 hari setelah tanam dan tunas terlihat di permukaan. Dan jika Anda melihat benih yang tidak tumbuh, segera gali lubang di tanah dan tambahkan benih baru untuk mengisi yang kosong tersebut. Dengan cara ini, Anda dapat dipastikan bahwa semua tanaman labu kuning Anda dipanen dalam waktu bersamaan.

Penyiangan

Gulma dan tanaman liar adalah musuh utama petani dan pembudidaya tanaman. Karena mereka terus muncul maka diperlukan energi dan waktu ekstra untuk mengatasinya. Ada dua cara untuk menyiasatinya. Pertama-tama gunakan cairan kimia. Kedua, lakukan secara manual. Namun meski begitu, cara pertama tidak dianjurkan. Karena selain menghentikan pertumbuhan gulma, ada juga risiko bahwa pertumbuhan tanaman dan nutrisi Anda di tanah akan terganggu sehingga tanah tidak lagi produktif dan tidak dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Selama musim kemarau, gulma mungkin tidak tumbuh terlalu cepat. Tetapi ketika datang di musim hujan gulma menjadi tanaman yang tumbuh sangat cepat. Jadi jangan heran jika Anda berkonsentrasi untuk menghilangkan gulma di musim hujan.

Pemberian Ajir atau Lanjaran

Seperti disebutkan sebelumnya, tanaman labu kuning termasuk tanaman merambat yang membutuhkan luas lahan yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Dan untuk mempermudah perawatannya memberikan lanjaran bisa menjadi solusi agar tanaman labu kuning Anda tidak merambat tidak karuan.

Lanjaran biasanya terbuat dari bambu dengan panjang 2 m. Lanjaran dibuat setinggi 1,5 m atau disesuaikan dengan tinggi badan Anda. Fungsi penyesuaian ketinggian ini adalah untuk membuat perawatan Anda lebih mudah. Lanjaran ini biasanya diberikan ketika sulur tanaman tidak terlalu panjang. Sulur-sulur ini kemudian dililitkan di sekitar bambu sehingga nantinya tanaman labu kuning merangkak naik ke lanjaran.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Beberapa penyakit yang biasa ditemukan pada tanaman labu kuning adalah busuk daun dan busuk bunga. Busuk daun adalah penyakit di mana daun labu kuning berubah menjadi ungu atau biru dan kemudian mati perlahan.

Busuk daun biasanya dimulai pada cuaca lembab dan mulai di bagian bawah daun. Jika tidak dikendalikan penyakit ini dapat mengganggu pertumbuhan tanaman labu kuning dan bahkan membunuh tanaman labu kuning. Cara yang biasa untuk mengatasi masalah ini adalah memutus rantai penularan penyakit ini dengan mencabut tanaman labu kuning dan kemudian memendam labu kuning jauh dari area penanaman untuk menghindari menginfeksi tanaman lain.

Penyakit kedua yang sering terjadi adalah pembusukan bunga. Penyakit ini biasanya menyerang bunga muda tanaman buah. Oleh karena itu, tanaman labu kuning tidak hanya rentan terhadap penyakit ini, tanaman lain juga sangat rentan. Ciri-ciri penyakit ini adalah banyaknya jamur putih pekat di pada mahkota bunga. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memutus rantai penyebaran serta rantai penyebaran pada busuk buah. Anda harus memendamnya di tanah jauh dari area penanaman agar penyakit tidak menyebar ke tanaman lain.

Cara efektif untuk mengatasi masalah penyakit ini adalah membeli atau memelihara benih yang sehat dan berkualitas tinggi. Jika memungkinkan, pastikan bahwa benih yang Anda terima berasal dari bahan pengembangbiakan yang sehat dan tahan terhadap penyakit dan hama.

Pemanenan Labu Kuning

Waluh atau labu kuning mulai berbuah pada usia sekitar 60 hari setelah tanam dan labu kuning dapat mulai panen setelah sekitar 80 hari tanam. Panen dapat dilakukan secara bertahap 1 hingga 2 bulan.

Demikianlah pembahasan tentang budidaya labu kuning semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya